Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Kuliner

Manis Gurih Dawet Ngledok, Kuliner Legendaris Sejak 1950 di Jombang

Penulis : Adi Rosul - Editor : A Yahya

21 - Nov - 2025, 16:34

Placeholder
Es dawet ngledok segar manis gurih. (Foto : Adi Rosul / JombangTimes)

JATIMTIMES - Es dawet ngledok di Dusun Ngledok, Desa Mojokrapak, Tembelang, Jombang ini bisa menjadi pilihan melepas dahaga. Selain rasanya yang manis dan gurih, dawet ini menawarkan sensasi nostalgia karena sudah berdiri sejak tahun 1950.

Es dawet ngledok ini berada di pinggir Jalan Raya KH Abdul Wahab Hasbulloh, atau jalan provinsi Jombang-Lamongan. Lokasinya tepat di bawah gapura perbatasan Kecamatan Jombang dan Tembelang sisi timur jalan raya.

Baca Juga : Diwarnai Live Cooking, Batu Street Food Festival ke-8 Hadirkan Ratusan Sajian Bintang Lima Harga Kaki Lima

Es dawet ini tergolong legendaris karena sudah ada sejak tahun 1950 yang didirikan oleh Mbah Djasminah. Es dawet ngledok kini diteruskan oleh generasi keempat Emi Andriyani (43) dan suaminya Sumarjoko (51).

Seperti es dawet pada umumnya. Es dawet ngledok ini berisi dawet hijau, agar-agar hunkwe, dan bubur sumsum. Kemudian dicampur dengan gula jawa, santan kelapa ditambah es batu sehingga terasa segar, manis, dan gurih.

Yang membedakan, dawet dibuat dari tepung beras sehingga rasanya gurih dan bertekstur kenyal. Sedangkan, gula jawa dibuat tanpa pemanis buatan sehingga tidak serik di tenggorokan.

"Saya ini generasi keempat. Sampai sekarang peminatnya masih banyak karena rasa dawetnya tetep terjaga," ujarnya saat diwawancarai wartawan di warungnya, Kamis (20/11/2025).

Di sini juga menyediakan jajanan jaman dulu (jadul) sebagai pendamping meminum es dawet ngledok. Yaitu kue cucur yang terbuat dari adonan tepung beras dan gula, serta kue gandos yang terbuat dari tepung beras dan parutan kelapa. Selain itu juga ada berbagai macam gorengan, seperti tahu, ote-ote atau bakwan, dan tahu isi.

Emi mengatakan, dalam sehari es dawetnya terjual hingga 150 porsi. Es dawet ngledok ini tergolong sangat murah. Seporsinya seharga Rp 5.000 saja. Sedangkan, jajanannya seharga Rp 1.000.

"Omzetnya paling banyak sekitar Rp 800-900 ribu," kata Emi.

Baca Juga : Maestro Payung Kertas Mbah Rasimun Tutup Usia, Warga Malang Berduka

Meski es dawet ngledok tergolong kuliner jadul, namun pelanggannya datang dari berbagai usia. Seperti Naila Sasi (20), mahasiswa asal Kecamatan Mojoagung. Ia jauh-jauh ke Tembelang hanya untuk menikmati es dawet legendaris tersebut.

"Saya taunya dari media sosial karena viral. Rasanya enak, gurih, legit, dan manis banget. Harganya ramah di kantong banget buat kalangan mahasiswa dan pelajar," ucapnya.

Es dawet ngledok ini buka setiap hari mulai pukul 08.00-16.00 WIB. Hanya saja, es dawet ngledok ini kerap ramai pada siang hari antara pukul 10.00-14.00 WIB.(*)


Topik

Kuliner Ws dawet es dawet ngledok Jombang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jember Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Adi Rosul

Editor

A Yahya