JATIMTIMES - Kembalinya Abdul Ghofur sebagai nakhoda Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lamongan periode 2026-2031 menjadi salah satu bukti kaderisasi di internal partai berlogo bola dunia dan sembilan bintang ini terkesan setengah hati. Hal itu disampaikan oleh M. Ali, salah satu kader dan aktivis muda PKB Lamongan, disela kegiatannya.
Menurut Ali, keberhasilan partai tidak hanya ditentukan oleh figur pemimpin, namun juga kemampuan membangun sistem kaderisasi yang kuat. “PKB ke depan membutuhkan ruang yang luas bagi kader muda, santri, perempuan, dan seluruh kelompok masyarakat untuk ikut mengambil peran. Kepemimpinan Kaji Ghofur diharapkan mampu menjadi rumah besar bagi semua kader,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).
Baca Juga : Kalender Jawa Weton Sabtu Legi 13 Juni 2026: Awas Suka Mendendam
Memurut Ali, harapannya muncul banyak kader baru yang memiliki kapasitas, integritas, serta kedekatan dengan masyarakat. "Jangan sampai kaderisasi hanya berjalan di tingkat tertentu saja,” lanjut pria yang juga anggota tim Kajian Kebijakan dan Hukum IKA UINSA Lamongan itu.
Ali juga mengatakan bahwa sebagian pihak juga berharap DPP PKB melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan di daerah, terutama setelah kekalahan yang dialami dalam kontestasi Pilkada Lamongan beberapa waktu lalu.
"Dalam pandangan mereka, hasil pilkada seharusnya menjadi salah satu indikator untuk menilai efektivitas strategi politik, konsolidasi organisasi, dan kemampuan partai dalam menjaga kepercayaan publik," bebernya.
Selain persoalan hasil pilkada, kritik lain yang berkembang di tengah masyarakat adalah munculnya kesan bahwa PKB Lamongan terlalu lama berada dalam pengaruh satu keluarga besar, yakni Bani Abbas, terkesan tidak memberikan ruang luas kepada kader dan elemen partai serta masyarakat lainnya.
Sebelum Abdul Ghofur memimpin selama tiga periode, jabatan ketua DPC PKB Lamongan juga pernah dipegang oleh kakaknya, Makin Abbas, selama tiga periode. Situasi ini memunculkan pertanyaan tentang regenerasi kepemimpinan dan kesempatan bagi kader-kader lain untuk tampil memimpin partai.
"Keputusan DPP PKB tentu memiliki pertimbangan tersendiri. Pengalaman panjang, kemampuan menjaga soliditas partai, serta jaringan politik yang telah terbangun selama bertahun-tahun, kemungkinan menjadi faktor yang dipertimbangkan dalam mempertahankan Kaji Ghopur sebagai nakhoda DPC PKB Lamongan," pungkas Ali.
Di sisi lain, masyarakat dan kader juga berharap periode ketiga ini menjadi momentum pembuktian bahwa kepemimpinan yang berkelanjutan tidak identik dengan stagnasi. Justru sebaliknya, kepemimpinan yang telah matang seharusnya mampu melahirkan kader-kader baru, membuka ruang partisipasi yang lebih luas, dan menyiapkan estafet kepemimpinan untuk masa depan partai.
Baca Juga : Resmi Pimpin PKB Kota Malang, Hikmah Bafaqih Fokus Konsolidasi dan Perluas Dukungan
Seperti diketahui, Abdul Ghofur kembali ditetapkan sebagai ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Lamongan untuk masa khidmat 2026–2031. Penetapan tersebut diumumkan secara resmi oleh Wakil Ketua Umum DPP PKB Cucun Ahmad Syamsurijal melalui Zoom meeting pada Kamis (11/6/2026) pukul 10.30 WIB.
Dalam pengumuman tersebut, DPP PKB memberikan mandat kepada Abdul Ghofur untuk kembali memimpin dan mengonsolidasikan seluruh kekuatan partai di Kabupaten Lamongan guna menghadapi berbagai agenda politik dan penguatan organisasi ke depan.
Menanggapi penetapan tersebut, Abdul Ghofur menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan oleh DPP PKB. Ia menegaskan komitmennya untuk segera melakukan konsolidasi internal serta menyusun kepengurusan DPC PKB Lamongan periode 2026–2031 bersama tim formatur.
“Kami akan segera melakukan konsolidasi organisasi dan menyusun struktur kepengurusan yang solid bersama tim formatur. Semangat kebersamaan dan pengabdian kepada masyarakat akan menjadi landasan utama dalam menjalankan amanah ini,” ujar Abdul Ghofur.
Dengan ditetapkannya kembali kepemimpinan Abdul Ghofur, diharapkan DPC PKB Lamongan semakin kuat, solid, dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat serta pembangunan daerah.
