Masyarakat Kecamatan Gucialit kembali mengelar acara sedekah desa, Jum'at (28/04).
Acara itu digelar sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil alam yang dipanen di desa setempat.
Sejumlah hiburan digelar untuk untuk memeriahkan sedekah desa tahun ini. Salah satunya yang tak pernah ketinggalan adalah kesenian ojung.
Untuk kesenian ojung, merupakan tradisi turun-menurun dari nenek moyang yang selalu digelar tiap tahun dalam acara sedekah desa. Ojung adalah seni pertarungan dua orang menggunakan rotan.
"Ini sudah tradisi turun-turun menurun dari nenek moyang dalam rangka sedekah desa," ujar Irawan tokoh pemuda setempat.
Ada aturan khusus dalam ojung, diantaranya tidak boleh memukul angggota tubuh kecuali punggug. Kedua petarung akan secara bergantian memukul dan bertahan. Jumlah kesempatan memukul beragam, biasanya 3 hingga 10 kali.
Meskipun terkesan bahaya, ojung tetap menjadi hiburan yang meriah dan ditunggu-tunggu oleh masyarakat setempat. Karena usai bertarung, kedua petarung akan bersalaman dan tidak ada dendam usai pertarungan tersebut.
Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga terlibat dalam pertarungan ini. Ini dilakukan guna mengenalkan ojung kepada anak-anak dengan harapan kesenian ini terus bissa dilestarikan.
Sebelum kesenian ojung dimulai, diawali dengan ritual oleh tokoh desa setempat dengan membakar kemenyan untuk mendoakan rotan yang akan digunakan. Warga juga secara bergotong royong membawa tumpeng dan sejumlah jajanan tradisional untuk kemudian dimakan bersama usai acara ojung digelar.
Irawan mengatakan, kesenian ojung perlu terus dikembangkan dan dilestarikan. Pasalnya ini merupakan kesenian turun menurun yang sudah mulai ditinggalkan. Sebagai upaya pelestarian, pemuda desa setempat saat ini berupaya mengemas kesenian ojung ini dalam paket wisata.
Selain mengenalkan ojung, juga untuk menarik wisatawan ke Gucialit dan mengenalkan potensi yang ada.
Ia menjelaskan, di Kecematan Gucialit hanya ada 5 desa yang menggelar sedekah desa dan mempertunjukkan kesenian ojung. Yakni Desa Pakel, Desa Wonokerto, Desa Kenongo, Desa Kertowono.
Irawan juga meminta pada pemerintah setempat untuk terus mempromosikan kesenian ojung dan semua potensi di Gucialit.
"Sekarang kita sedang mengemas potensi di Gucialit agar orang luar tau Gucialit dan berkunjung kesini," pungkasnya.
