Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Puting Beliung Masih Mengancam Jatim, BMKG Beberkan Cara Aman Menghindarinya

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Yunan Helmy

09 - Jan - 2026, 20:01

Placeholder
Potret putaran puting beliung di Surabaya. (Foto: Instagram)

JATIMTIMES - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Jawa Timur untuk tetap waspada terhadap ancaman angin puting beliung yang masih berpotensi terjadi hingga akhir musim penghujan. Peringatan ini disampaikan menyusul kejadian puting beliung yang menerjang kawasan Terminal 1 Bandara Juanda, Sidoarjo, Kamis (8/1/2026).

BMKG menyebut, fenomena tersebut dipicu oleh pertumbuhan awan cumulonimbus berukuran besar yang dapat memicu perputaran angin berkecepatan tinggi, terutama saat hujan deras disertai angin kencang.

Baca Juga : Gubernur Jatim Terima Dubes Jerman di Grahadi, Pastikan Proyek SRRL Ground Breaking Tahun 2027

Prakirawan BMKG Juanda Randy Irawadi menjelaskan, angin puting beliung di Bandara Juanda terjadi sekitar pukul 14.00 WIB dan berlangsung kurang lebih 10 menit.

Dari pantauan early warning system (EWS) BMKG Juanda, awal terbentuknya puting beliung diawali kemunculan awan cumulonimbus yang cukup besar di area runway bandara. Angin kemudian mulai terbentuk di sekitar kawasan Pertamina dan bergerak ke arah timur melintasi area Kargo, perkantoran Angkasa Pura, Terminal 1 Bandara Juanda, hingga wilayah tambak di ujung runway Sedati.

Randy mengatakan, BMKG sebenarnya telah menyampaikan peringatan potensi cuaca ekstrem di sekitar bandara sebelum kejadian terjadi. "Biasanya kita sebutkan hujan deras disertai angin kencang sebagai bentuk peringatan dini," ujar Randy, dikutip Jumat (9/1/2026).

Meski berdasarkan catatan ilmiah angin puting beliung umumnya tidak melewati lokasi yang sama lebih dari satu kali, Randy menegaskan potensi kejadian serupa masih terbuka luas di Jawa Timur.

"Lokasinya tidak hanya di bandara saja. Hampir di seluruh wilayah Jawa Timur masih berpotensi dilanda angin puting beliung hingga akhir musim penghujan," kata Randy.

BMKG mengimbau masyarakat untuk mengenali tanda-tanda awal kemunculan puting beliung agar dapat menghindari risikonya. Salah satu ciri yang paling mudah dikenali adalah munculnya awan cumulonimbus yang disertai perputaran angin.

"Biasanya perputaran angin bisa dilihat dari atas atau dari bawah, itu sudah kelihatan," ujar Randy.

Baca Juga : Kawal Akses Permodalan UMKM, Lilik DPRD Jatim: Sektor Ini Terbukti Tangguh Hadapi Krisis

Jika melihat tanda tersebut, masyarakat diminta segera menjauhi lokasi lintasan angin. Selain itu, hindari berlindung di bangunan yang tidak kokoh, seperti bangunan dengan dinding rapuh atau atap tidak permanen berbahan seng.

BMKG juga mengingatkan warga untuk tidak berteduh di bawah pohon-pohon besar yang kondisinya sudah tidak baik. Pasalnya, kecepatan angin puting beliung bisa mencapai 50 knot atau sekitar 90 kilometer per jam.

"Kecepatan itu bisa merobohkan atau mengangkat atap-atap yang tidak permanen," ujar Randy.

Sebagai langkah antisipasi, BMKG meminta masyarakat terus memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG, terutama selama musim hujan masih berlangsung di Jawa Timur.


Topik

Peristiwa Puting beliung Jatim Jawa Timur BMKG



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jember Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy