Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

PBNU dan Muhammadiyah Pastikan Pelapor Pandji Pragiwaksono Tak Wakili Sikap Organisasi

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : A Yahya

09 - Jan - 2026, 09:15

Placeholder
Kolase logo Muhammadiyah dan NU. (Foto: laman LP Maarif NU Jateng)

JATIMTIMES - Pertunjukan stand up comedy Mens Rea yang dibawakan Pandji Pragiwaksono kini berbuntut panjang. Komika Indonesia itu resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh pihak yang mengatasnamakan Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah terkait dugaan pencemaran nama baik organisasi Islam.

Laporan tersebut dilayangkan pada Rabu (7/1/2026). Pelapor menilai materi komedi yang disampaikan Pandji dalam tayangan di salah satu aplikasi streaming telah menimbulkan kegaduhan dan dinilai merugikan dua organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Baca Juga : PP Tunas Batasi Akses Digital untuk Anak, Puguh DPRD Jatim: Solusi Tekan Cyberbullying

Rizki Abdul Rahman Wahid, yang mewakili Angkatan Muda Nahdlatul Ulama dan Aliansi Muda Muhammadiyah, mengatakan bahwa pihaknya melaporkan Pandji karena dianggap menyebarkan isu yang dinilai tidak berdasar.

"Kami menganggap bahwa yang saya laporkan ini oknum terlapor berinisial P ini dianggap menebarkan isu-isu yang kurang positif gitu, telah merendahkan, memfitnah khususnya organisasi keislaman yang terbesar di Indonesia, yaitu NU dan Muhammadiyah," kata Rizki, dikutip Antara, Jumat (9/1/2026).

Rizki menjelaskan, dalam narasi yang disampaikan terlapor, terdapat anggapan bahwa NU dan Muhammadiyah terlibat dalam politik praktis.

"Yang terus kemudian ini disampaikan seolah-olah NU dan Muhammadiyah mendapatkan tambang begitu karena imbalan karena telah memberikan suaranya terhadap kontestasi pemilu yang kemarin," katanya.

Menurut Rizki, pernyataan tersebut sangat mencederai perasaan dirinya dan terutama anak-anak muda yang berada di lingkungan NU dan Muhammadiyah. Ia berharap laporan yang telah dilayangkan dapat segera ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian.

"Kalau bisa secepatnya untuk dipanggil untuk diklarifikasi dan kalau ada memang berikut bukti-bukti yang kita lampirkan bisa ditindaklanjuti secepatnya bisa diproses," ujarnya.

Laporan itu telah diterima oleh Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya dengan nomor STTLP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA. Dalam laporan tersebut, terlapor dipersangkakan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 Pasal 300 dan Pasal 301 yang mengatur tentang tindak pidana terhadap agama dan kepercayaan.

Di tengah proses hukum yang berjalan, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan bahwa kelompok yang melaporkan Pandji tidak mewakili sikap resmi organisasi.

Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla atau Gus Ulil menyatakan bahwa Angkatan Muda NU bukan bagian dari struktur formal NU. "Kalau representasi PBNU jelas tidak," tegas Gus Ulil.

Ia menjelaskan, sebagai organisasi besar dan terbuka, NU kerap kali namanya digunakan oleh berbagai kelompok atau gerakan spontan.

"Tetapi sejak dulu kan banyak orang bikin ini itu atas nama NU. Karena NU itu sifatnya terbuka, ya memang siapa saja bisa bikin lembaga atas nama NU," jelasnya.

Baca Juga : Bangun Lebih Tenang! Ini Kebiasaan Pagi Sederhana yang Bikin Fokus dan Pikiran Lebih Ringan

Menurut Gus Ulil, gerakan-gerakan yang mengatasnamakan NU sering kali bersifat temporer dan tidak bertahan lama.

"Ada yang mau demo untuk isu tertentu, bikin gerakan atas nama NU. Umurnya mungkin hanya beberapa jam saja, karena setelah jamnya lewat, gerakan itu ya ndak ada lagi. Itulah uniknya NU," sambungnya.

Gus Ulil juga menyinggung peran humor dalam kehidupan sosial dan demokrasi. Ia menyayangkan jika seorang komedian harus berhadapan dengan proses hukum akibat materi lawakan.

"Kita butuh banyak ketawa di negeri ini. Kasihan kalau komedian yang bikin banyak orang tertawa harus dilaporkan ke aparat hukum. Humor adalah kunci," katanya.

Sikap berjarak juga ditunjukkan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Anwar Abbas, mengaku tidak mengetahui siapa kelompok anak muda yang membawa persoalan ini ke ranah hukum.

Padahal, nama Muhammadiyah turut disebut dalam materi Mens Rea sebagai pihak yang dikaitkan dengan isu konsesi tambang. Namun Anwar menegaskan, pimpinan pusat tidak memberikan restu atas langkah pelaporan tersebut.

"Nggak tahu saya anak muda tersebut. Saya juga lagi nanya-nanya dengan teman," ujar Anwar Abbas.

Sebagai informasi, Mens Rea merupakan tur stand up comedy Pandji Pragiwaksono yang digelar sepanjang 2025. Puncak pertunjukan berlangsung di Indonesia Arena, Jakarta, pada Sabtu (30/12/2025), dan disaksikan sekitar 10 ribu penonton.

Pertunjukan tersebut kemudian dirilis secara penuh tanpa sensor melalui platform Netflix. Secara garis besar, Mens Rea membahas berbagai isu sosial dan politik kontemporer dengan gaya khas Pandji yang kritis, satir, dan jenaka, gaya yang selama ini menjadi ciri kuat komedi panggungnya.


Topik

Peristiwa PBNU mens rea PBNU PP Muhammadiyah pandji Pragiwaksono



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jember Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya