JATIMTIMES - Sebuah video yang menampilkan peta persebaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari lima yayasan ramai menjadi perbincangan di media sosial. Video tersebut diunggah akun TikTok @satelitearth dan memperlihatkan sebaran titik SPPG yang diklaim dikelola sejumlah yayasan di berbagai daerah di Indonesia.
Dalam video itu, pengunggah menampilkan peta dengan penanda berwarna yang menunjukkan lokasi dapur SPPG milik masing-masing yayasan. Ia menyebut persebaran titik tersebut bukan jaringan minimarket, melainkan dapur penyedia MBG.
Baca Juga : Pemadaman Karhutla Bromo Gunakan Drone Water Spray hingga Jet Shooter, Terkendala Sumber Air Jauh
"Coba lihat peta ini. Ini bukan sebaran cabang Indomaret atau Alfamart ya, tapi ini adalah dapur SPPG yang dimiliki oleh top 5 yayasan di Indonesia," ujar narator dalam video.
Menurut akun tersebut, titik berwarna merah atau nomor 5 yayasan terbanyak kelola SPPG ini dikelola Yayasan Adi Upaya. Beberapa di antaranya disebut berada di kawasan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, serta Yogyakarta.
"Di Jakarta Timur ada Dapur Sehat Anak Bangsa berlokasi di Komplek Angkasa Bandara Halim. Terus buka satu lagi SPPG Halim Perdanakusuma III. Di Jogja lokasinya sebelah Bandara Adisutjipto. Satu di Jalan Raya Janti dan satu lagi di sebelah Poltekkes TNI AU. Bisa tebak yayasan ini terafiliasi dengan siapa? Yap, TNI AU. Totalnya ada sekitar 80 dapur," katanya.
Selanjutnya, akun tersebut menyebut titik berwarna kuning merupakan dapur yang dikelola Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan, yang disebut terafiliasi dengan Kementerian Pertahanan. Ini diklaim sebagai nomor empat, yayasan terbanyak kelola SPPG.
"Yayasan yang terafiliasi Kemhan ini memiliki 95 dapur SPPG. Ada di Jogja, Ponorogo, lumayan banyak di Kediri, tapi jauh di Medan juga ada," ujarnya.
Selain itu, video juga menyebut Yayasan Manunggal Kartika Jaya mengelola lebih dari 100 dapur SPPG yang tersebar di berbagai daerah, terutama di Pulau Jawa. Ini juga diklaim sebagai yayasan ketiga yang kelola SPPG terbanyak.
"Di Sumatera Utara juga banyak SPPG yang dikelola oleh Yayasan Manunggal Kartika Jaya, tapi tentu lebih banyak di Jawa. Contohnya di area Kostrad Sukabumi. Yayasan ini didirikan oleh Persit sebagai badan hukum yang dapat mengelola aset dan kegiatan ekonomi guna mendukung kesejahteraan keluarga prajurit. Mereka punya lebih dari 100 dapur SPPG," lanjutnya.
Sementara itu, Yayasan Persyarikatan Muhammadiyah disebut memiliki sekitar 200 dapur SPPG yang mayoritas berada di Jawa Tengah. Sementara ini disebut sebagai yayasan kedua yang kelola SPPG terbanyak di Indonesia.
"Jaringan mereka sudah cukup banyak dan kuat, jadi nggak perlu repot mencari sekolah penerima manfaat MBG. Contohnya SPPG Leboto di Gorontalo yang bersebelahan dengan SMK Muhammadiyah. Dapur mereka ada sekitar 200 dan paling banyak berada di Jawa Tengah," katanya.
Dalam video itu, juga disebutkan yayasan dengan jumlah dapur SPPG terbanyak yakni Yayasan Kemala Bhayangkari. Pengunggah mengklaim dapur SPPG yayasan tersebut tersebar hampir di seluruh Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke.
"Nah sekarang yayasan yang punya titik terbanyak. Dapur SPPG-nya tersebar dari Sabang sampai Merauke. Berjajar SPPG. Ini namanya SPPG Kelapa 52 Polres Merauke. Kira-kira yayasan dengan lebih dari seribu titik ini punya siapa ya? Nama yayasannya Kemala Bhayangkari, yayasan istri anggota Polri yang kantor pusatnya ada di Jakarta Selatan dan baru diresmikan oleh Kapolri beserta istrinya pada 2024 lalu," ujar narator.
Baca Juga : Besok Hari Terakhir, Ini Cara Daftar dan Link War Tiket Upacara HUT Ke-81 RI di Istana Merdeka
Sebagai informasi, Koordinator MBG Watch, Media Wahyudi Askar, dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) Komisi IX DPR RI pada Kamis (16/7/2026) menyebut lima yayasan atau organisasi dengan jumlah SPPG terbanyak. Di antaranya, Yayasan Kemala Bhayangkari milik Polri, Persyarikatan Muhammadiyah, Yayasan Manunggal Kartika Jaya milik TNI AD, YSDP, dan Yayasan Adi Upaya milik TNI AU.
"Ini dapur yang paling banyak, ribuan jumlahnya, dan ini dapur dimiliki oleh yayasan yang dimiliki oleh orang kaya," kata Media.
Lebih rinci, dalam laporan Indonesia Corruption Watch (ICW) melalui akun Instagramnya @sahabaticw per-Februari 2026, terdapat 1.179 SPPG yang dimiliki Polri dan dikelola oleh Yayasan Kemala Bhayangkari.
Unggahan di media sosial itu sontak menuai beragam komentar warganet. Sebagian warganet justru melontarkan sindiran terkait pengelolaan dapur SPPG oleh yayasan yang terafiliasi dengan institusi tertentu.
Salah satu akun, @Am***, menulis komentar bernada sindiran. "ingat ya we program ini hanya untuk KESEJAHTERAAN keluarga PRAJURIT dan POLISI?".
Komentar lain datang dari akun @Im*** yang mengaitkan program MBG dengan dukungan sejumlah institusi. "tau kan sekarang kenapa mbg kalau mau di bubarin gk bisa...kalau ada yang demo bubarin pasti dicegat..ya karena anggota dewan...ijo coklat ..semua dapat jatah".
Sementara akun @mister im**** juga menuliskan komentar bernada serupa. "Akhirnya bisa membuat 19juta lapangam kerja buat polri dan TNI".
Ada pula warganet yang mempertanyakan pemerataan lokasi pembangunan SPPG. Akun @rha*** berkomentar: "Padahal kalau memang niatnya untuk anak bangsa, kenapa ngak di daerah 3T dulu aja yang secara data lebih kekurangan gizi. kan kalau instansi pemerintah justru punya akses ke daerah-daerah itu. kok malah buka di kota besar".
Hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari pihak penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun yayasan-yayasan yang disebut dalam unggahan terkait berbagai komentar dan opini yang beredar di media sosial tersebut.
