JATIMTIMES - Unggahan kontraktor di media sosial mengenai proyek pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) viral dan memicu beragam tanggapan warganet. Kontraktor tersebut mengaku menolak tawaran pembangunan karena anggaran yang ditawarkan dinilai terlalu kecil, bahkan hanya sekitar sepertiga dari estimasi biaya yang mereka hitung.
Unggahan itu dibagikan akun Instagram @giga_konstruksi_****. Dalam videonya, akun tersebut menceritakan sempat menerima tawaran membangun beberapa titik Kopdes Merah Putih.
Baca Juga : Hampir Separo Anggaran Bansos Kota Malang Tahun 2025 Tak Terserap, Rp 8,2 Miliar Nganggur
"Kami mendapat tawaran membangun Kopdes Merah Putih yang lagi viral itu beberapa waktu yang lalu. Bukan cuma satu, ada banyak titik yang ditawarkan," ujar akun tersebut.
Menurutnya, pihak kontraktor telah menerima gambar desain hingga detail drawing bangunan sebelum melakukan perhitungan biaya.
"Kami sudah dikirimi gambar desain dan detail drawing-nya seperti ini. Kemudian kami pelajari. Ini adalah tampilan 3D-nya, ini layout-nya, ini detail-detail strukturnya. Sepertinya menarik, bangunannya cukup simple, lumayan besar, dan ada banyak titik," lanjut akun tersebut sambil menunjukkan gambar desain Kopdes Merah Putih.
Setelah mempelajari desain, pihak kontraktor kemudian mulai membahas anggaran pembangunan bersama pemberi pekerjaan.
Namun, mereka mengaku terkejut ketika mengetahui besaran anggaran yang ditawarkan.
"Kemudian sampailah pada tahap berikutnya, mulai membicarakan biaya atau budgeting. Sebelum membuat RAB, kami konsultasikan dulu dengan pemberi job ini. Di sinilah kami mulai tercengang. Budget yang disebutkan sangat minim, sepertiga dari estimasi awal kami," katanya.
Karena itu, pihaknya memutuskan tidak melanjutkan pembahasan proyek tersebut. "Jadi pembicaraan tidak kami lanjutkan karena sudah di luar nalar. Akhirnya proyek Kopdes ini tidak jadi kami ambil, selain karena alasan budget, juga karena belum siap diajak latihan militer," ujarnya sambil berkelakar.
Di akhir video, akun tersebut juga bertanya kepada kontraktor lain apakah memiliki pengalaman serupa. "Kalian ada yang punya pengalaman bangun Kopdes juga nggak? Kalau ada, tolong tulis di komentar ya." imbuhnya.
Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar warganet. Sejumlah akun mengaku pernah mendengar informasi mengenai besaran anggaran pembangunan Kopdes Merah Putih, meski klaim tersebut belum dapat diverifikasi kebenarannya.
"Budget dr pemerintah 1 bangunan/lokasi 1,6M turun di lapangan mentok 700-800 jt aja. pengalaman dr rekan yg ditawarin serupa lbh dr 2 lokasi. Kenapa tau budget aslinya 1,6M? Hah bukan rahasia umum." @saifuly****.
Isu mengenai anggaran pembangunan Koperasi Desa Merah Putih sebelumnya juga sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Video yang diunggah akun X @Jateng_Twit memperlihatkan seorang pria berbaju merah yang menyebut ada kepala desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, enggan mendirikan KDMP karena mempertanyakan besaran anggaran pembangunan.
Dalam video tersebut, pria itu mengklaim anggaran pembangunan yang tercantum sebesar Rp1,6 miliar, namun dana yang diterima di lapangan disebut jauh lebih kecil.
"Ada salah seorang Kepala Desa itu tidak mau mendirikan KDMP dengan alasan uang yang diluncurkan secara tertulis Rp1,6 miliar, tapi (hanya) Rp800 juta (yang cair) untuk pembangunan KDMP, maksimal Rp900 juta. Jadi laporannya nanti tetap Rp1,6 miliar (tapi yang cair) cuma Rp900 juta. Gak mau saya (kades). Akhirnya sampai sekarang nggak mau buat KDMP, ada itu (Kades) di Pati," ujar pria tersebut dalam video.
Baca Juga : Terungkap! Laporan Begal Rp14,7 Juta di Banyuwangi Ternyata Rekayasa, Uang Perusahaan Habis untuk Kripto
Unggahan itu juga mempertanyakan dugaan selisih anggaran pembangunan. "Jelas-jelas anggaran dari pusat Rp1,6 M ketika turun ke desa hanya direalisasikan 800-900 juta. Kira-kira sisanya ke mana?" tulis narasi dalam unggahan.
Sebelumnya, PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) memang pernah menjelaskan kebutuhan anggaran pembangunan fisik satu gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebesar sekitar Rp1,658 miliar.
Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada 18 November 2025.
"Satu gedung ini kita menganggarkan Rp1,658 miliar atau kurang lebih sekitar Rp2.938.000 per meter persegi untuk seluruh Indonesia," kata Joao.
Menurutnya, angka tersebut merupakan standar nasional. Jika menggunakan indeks biaya konstruksi di masing-masing daerah, anggaran justru akan jauh lebih besar.
"Kalau menggunakan indeks untuk membangun gerai-gerai ini, itu kira-kira memerlukan anggaran sekitar Rp600 triliun karena di Papua itu anggaran per meternya itu sekitar Rp24 juta. Di daerah-daerah Sumatera atau di daerah-daerah NTT itu bisa sekitar Rp12 juta di daerah-daerah tertentu. Hanya di Jawa yang sekitar Rp1 juta," jelasnya.
Joao menjelaskan pembangunan fisik Kopdes Merah Putih telah dimulai sejak 17 Oktober 2025. Saat itu, sekitar 1.200 titik telah memasuki tahap pembangunan dengan target ribuan gerai dibangun secara bertahap.
Bangunan koperasi dirancang berukuran sekitar 20 x 30 meter yang dilengkapi toko, klinik desa, gudang kebutuhan pokok, serta gudang khusus pupuk untuk mendukung pelayanan ekonomi masyarakat desa.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari PT Agrinas Pangan Nusantara maupun pemerintah terkait klaim kontraktor dan narasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan perbedaan anggaran pembangunan Kopdes Merah Putih.
