Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

1 dari 5 Perempuan di Kota Batu Melahirkan Anak Pertama di Bawah Usia 20 Tahun

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

03 - Aug - 2026, 20:35

Placeholder
Ilustrasi. Perempuan di Kota Batu sebagian melahirkan bayi pertama pada usia di bawah 20 tahun.(Foto: Dokumen Posyandu ILP Anggrek Bulan Sisir)

JATIMTIMES – Fenomena melahirkan di usia muda masih menjadi tantangan sosial dan kesehatan yang tergolong tinggi di Kota Batu. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu mencatat, 1 dari 5 perempuan di Kota Batu melahirkan anak pertama mereka saat usianya belum genap 20 tahun.

Untuk diketahui, Terdapat dua indikator dalam dimensi kesehatan reproduksi, yaitu proporsi perempuan usia  15–49 tahun yang melahirkan hidup tidak di fasilitas kesehatan (MTF) dan proporsi perempuan usia 15–49 tahun yang saat melahirkan hidup pertama berusia kurang dari 20 tahun (MHPK20).

Baca Juga : Atlet Lokal Dominasi Podium Kejuaraan Paralayang Internasional BISTF IPAC Seri 3 di Kota Batu

Data terbaru menunjukkan, angka MHPK20 di Kota Batu tercatat sebesar 0,211 (turun dari 0,241 pada tahun sebelumnya). Secara matematis, angka 0,211 setara dengan sekitar 21,1 persen, yang berarti sekitar 1 dari 5 perempuan di Kota Batu melahirkan anak pertama mereka saat usianya masih di bawah 20 tahun.

Kondisi tersebut menjadi catatan evaluasi penting di tengah pencapaian Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Kota Batu tahun 2025 yang sebenarnya mengalami perbaikan menjadi 0,163, membaik dari posisi 0,188 pada tahun 2024.

Kepala BPS Kota Batu Herlina Prasetyowati Sambodo mengungkapkan bahwa perbaikan angka indeks ketimpangan gender turut disumbang oleh perbaikan pada dimensi kesehatan reproduksi, terutama terkait persalinan medis.

"Dimensi kesehatan reproduksi diukur melalui dua indikator utama, yaitu rasio kematian ibu dan persentase melahirkan tidak di fasilitas kesehatan. Capaian kedua indikator ini terus menunjukkan tren positif," kata Herlina salam berita resmi statistik, belum lama ini.

Herlina menjelaskan bahwa penanganan fasilitas persalinan medis yang makin merata serta pendampingan kesehatan bagi ibu hamil berhasil menekan angka risiko persalinan di Kota Batu secara berkesinambungan.  

"Persentase wanita usia subur yang melahirkan tidak di fasilitas kesehatan tercatat makin kecil, yang berarti akses perempuan terhadap layanan kesehatan yang layak dan aman sudah sangat membaik," ujarnya.  

Baca Juga : Bantengan Nuswantoro Libatkan 150 Kontingen Pikat Wisatawan Mancanegara

Namun demikian, Herlina mengingatkan bahwa keberhasilan menekan risiko persalinan harus diimbangi dengan penanganan masalah usia pernikahan dan kehamilan pertama perempuan.  

"Pernikahan dini atau melahirkan pada usia remaja menjadi salah satu tantangan yang memengaruhi kualitas kesehatan reproduksi serta kesiapan sosial-ekonomi perempuan jangka panjang," tegas dia.

Menurutnya, pencegahan pernikahan usia anak perlu terus diperkuat melalui kerja sama lintas sektor agar tingkat keterdidikan dan kesiapan fisik perempuan sebelum membangun keluarga semakin matang.  

"Ketika usia kawin pertama perempuan dapat ditunda hingga usia dewasa dan tingkat pendidikan SMA ke atas terus meningkat, maka dampak risiko kesehatan reproduksi serta ketimpangan gender dapat ditekan secara maksimal," terangnya.


Topik

Pemerintahan Melahirkan Muda Kota Batu Pemkot Batu BPS Kota Batu



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jember Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan