Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Koperasi Susu Brau Suplai Ribuan Cup Produk Pasteurisasi ke SPPG Lintas Kota

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Dede Nana

07 - Jun - 2026, 14:48

Placeholder
Ketua Koperasi Margo Makmur Mandiri, Muhammad Munir, menunjukkan proses olah daei susu pasteurisasi yang telah dikirim ke SPPG untuk MBG di lintas kota.(Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Ribuan cup produk susu pasteurisasi hasil olahan Koperasi Margo Makmur Mandiri dari Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, kini mengalir deras ke berbagai daerah. Langkah hilirisasi produk susu lokal tersebut menembus ekosistem program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa daerah.

Susu pasteurisasi berkualitas tinggi itu telah beberapa kali dikirim untuk kebutuhan logistik di 10 unit dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lintas kota. Produk susu Kota Batu tengah diupayakan pelakunya agar meningkatkan nilai tambah ekonomi komoditas mereka.

Baca Juga : 10 Minuman Tradisional Indonesia Paling Enak Versi TasteAtlas, Ada Favorit Kamu?

Ketua Koperasi Margo Makmur Mandiri, Muhammad Munir, menegaskan bahwa perubahan strategi dari sekadar menjual susu murni secara eceran menjadi produk turunan siap konsumsi menjadi kunci utama di balik kesuksesan besar ini.

“Kami tidak lagi sekadar mendistribusikan susu mentah dalam bentuk eceran, melainkan sudah bergerak maju dengan mengolah bahan baku tersebut menjadi produk susu pasteurisasi harian dan keju berkualitas yang dijamin aman untuk dikonsumsi anak-anak,” ujar Muhammad Munir saat ditemui JatimTIMES, belum lama ini.

Jangkauan pasar dari produk susu lokal Dusun Brau ini kini dilaporkan mendominasi wilayah Malang Raya, bahkan mulai melebarkan sayap ke beberapa daerah tetangga di Jawa Timur. Munir merinci, pasokan rutin saat ini mengalir ke lima unit dapur SPPG di Kabupaten Malang, dua unit dapur di Kota Malang, serta dua unit dapur gizi yang saat ini sedang dirintis di wilayah Kota Batu sendiri, ditambah satu dapur SPPG di Kabupaten Mojokerto.

Secara volume, jumlah penyerapan produk di masing-masing titik dapur gizi tersebut bergerak bervariasi karena sangat bergantung pada kapasitas dan jumlah siswa di wilayah sasaran. Dalam satu kali siklus pengiriman, satu unit dapur SPPG tercatat mampu menyerap mulai dari 1.000 hingga 3.500 cup susu pasteurisasi, dengan intensitas pengiriman satu sampai tiga kali seminggu mengikuti rotasi menu makan bergizi di sekolah.

Dari aspek tata kelola keuangan, Koperasi Margo Makmur Mandiri menerapkan skema bisnis yang ketat guna memproteksi permodalan operasional para peternak lokal agar tidak mandek di tengah jalan. Pihak manajemen koperasi mewajibkan instansi mitra untuk membayar uang muka atau down payment (DP) sebesar 30 hingga 40 persen di awal transaksi, sementara sisa pelunasan bakal dicairkan seketika saat barang tiba di tempat tujuan.

“Untuk sistem operasional logistik, kami menyediakan opsi yang sangat fleksibel bagi pengelola dapur, di mana mereka bisa mengambil langsung barangnya secara mandiri ke koperasi atau memanfaatkan layanan pesan antar dengan penyesuaian biaya angkut,” urai Munir.

Baca Juga : Terganjal IPAL hingga SLHS, Tujuh Dapur MBG Kota Malang Disuspend

Meski keran kemitraan dengan jaringan dapur SPPG lain di luar daerah masih terbuka sangat lebar, derasnya arus permintaan baru ini rupanya mulai memicu kendala operasional yang cukup serius di lini hilir. Lonjakan pesanan yang datang bertubi-tubi dalam waktu singkat diakui belum ditopang oleh kesiapan fasilitas pabrikasi massal yang mumpuni di tingkat desa.

Hingga saat ini, seluruh rangkaian proses produksi mulai dari sterilisasi, pasteurisasi, hingga pengemasan ke dalam ribuan cup plastik siap minum terpaksa masih murni mengandalkan tenaga manual para pekerja lokal. Kondisi terjepit itulah yang membuat kelompok peternak Dusun Brau kini tengah berpacu dengan waktu untuk segera merealisasikan pembangunan rumah produksi baru yang nantinya akan dipersenjatai dengan mesin-mesin modern berskala industri.

“Tingginya volume pesanan dari program nasional ini memang menjadi berkah sekaligus tantangan besar bagi kami, sehingga percepatan rumah produksi baru dengan fasilitas modern harus segera direalisasikan tahun ini,” tandasnya.


Topik

Ekonomi susu susu pasteurisasi susu kota batu mbg



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jember Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Dede Nana

Ekonomi

Artikel terkait di Ekonomi