Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Serba Serbi

6 Kebiasaan di Pagi Hari yang Bisa Menandakan Seseorang Sedang Tidak Bahagia

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

05 - Jun - 2026, 08:32

Placeholder
Ilustrasi tidak bahagia. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Kondisi emosional seseorang sering kali tercermin dari kebiasaan yang dilakukan setiap pagi. Tanpa disadari, rutinitas sederhana setelah bangun tidur dapat menjadi petunjuk apakah seseorang sedang menjalani hidup dengan perasaan bahagia atau justru menyimpan beban emosional yang cukup berat.

Menurut sejumlah kajian yang dirangkum dari YourTango dan Cottonwood Psychology, ada beberapa pola perilaku di pagi hari yang kerap muncul pada orang-orang yang sedang mengalami ketidakbahagiaan atau tekanan emosional. Kebiasaan tersebut bukan diagnosis gangguan mental, tetapi bisa menjadi sinyal bahwa seseorang perlu lebih memperhatikan kesehatan psikologisnya.

Baca Juga : Khutbah Jumat 5 Juni 2026: Memerangi Korupsi, Menjaga Amanah Warisan Rasulullah

Berikut enam kebiasaan pagi yang sering ditemukan pada orang yang sedang tidak bahagia.

1. Sulit Bangun dan Langsung Membuka Media Sosial

Bagi sebagian orang, suara alarm hanya menjadi penanda dimulainya aktivitas. Namun bagi mereka yang sedang tidak bahagia, alarm justru dapat memicu rasa cemas sejak awal hari.

Akibatnya, mereka cenderung menunda bangun dari tempat tidur dan memilih tetap berbaring sambil memainkan ponsel. Media sosial menjadi pelarian sesaat untuk menghindari kenyataan yang dirasa berat.

Sayangnya, kebiasaan ini sering berujung pada perbandingan sosial. Melihat kehidupan atau pencapaian orang lain justru dapat membuat seseorang merasa semakin kurang puas terhadap dirinya sendiri.

2. Memulai Hari dengan Keluhan dan Pikiran Negatif

Tanda lain yang cukup umum adalah kebiasaan mengawali pagi dengan mengeluh. Pikiran tentang kesalahan masa lalu, penyesalan, hingga kekhawatiran terhadap berbagai hal sering muncul begitu seseorang terbangun.

Keluhan mengenai pekerjaan, cuaca, kemacetan, atau kondisi sekitar menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Jika berlangsung terus-menerus, pola pikir seperti ini dapat membuat otak lebih fokus mencari hal-hal negatif dibandingkan melihat sisi positif yang sebenarnya juga ada.

3. Menghindari Cermin dan Cahaya Matahari Pagi

Beberapa orang yang sedang mengalami ketidakbahagiaan juga cenderung enggan bercermin atau melihat refleksi dirinya sendiri. Sikap tersebut bisa berkaitan dengan rendahnya penerimaan diri, baik terhadap penampilan maupun kondisi hidup yang sedang dijalani.

Selain itu, mereka biasanya lebih nyaman berada di ruangan gelap dengan tirai tertutup. Padahal, paparan sinar matahari pagi berperan penting dalam membantu mengatur ritme biologis tubuh serta menjaga suasana hati tetap stabil.

Kurangnya paparan cahaya alami dapat berdampak pada kualitas tidur dan kondisi emosional seseorang.

4. Selalu Terburu-buru Sejak Pagi

Rutinitas pagi yang penuh kepanikan dan serba terburu-buru juga dapat menjadi tanda adanya tekanan emosional.

Orang yang tidak bahagia sering kali bangun terlalu mepet dengan jadwal aktivitas sehingga harus melakukan segala sesuatu dengan cepat. Mereka tidak memiliki waktu untuk menenangkan diri, melakukan peregangan, atau sekadar menikmati pagi dengan lebih santai.

Baca Juga : Kalender Jawa Weton Jumat Pon 5 Juni 2026: Hari Baik tuk Tagih Utang 

Tak jarang mereka juga sengaja menyalakan televisi, musik, atau sumber suara lain agar tidak berada dalam suasana hening. Bagi sebagian orang, kesunyian justru memunculkan pikiran-pikiran yang ingin dihindari.

5. Melewatkan Sarapan dan Hanya Mengandalkan Kopi

Kebiasaan mengabaikan sarapan juga sering dikaitkan dengan rendahnya perhatian terhadap kebutuhan diri sendiri.

Orang yang sedang tidak bahagia terkadang lebih fokus memenuhi tuntutan pekerjaan atau kebutuhan orang lain hingga melupakan asupan nutrisi bagi tubuhnya sendiri. Akibatnya, mereka hanya mengandalkan secangkir kopi sebagai sumber energi utama di pagi hari.

Padahal, mengonsumsi kafein saat perut kosong dapat meningkatkan rasa cemas pada sebagian orang dan menyebabkan energi cepat menurun beberapa jam kemudian.

6. Langsung Tenggelam dalam Pekerjaan

Sebagian orang memilih langsung memeriksa email, pesan pekerjaan, atau daftar tugas sesaat setelah bangun tidur. Aktivitas tersebut dilakukan tanpa memberi ruang bagi diri sendiri untuk menikmati pagi.

Kebiasaan bekerja dalam mode "autopilot" sering kali muncul sebagai cara menghindari kecemasan atau perasaan tidak nyaman ketika sedang tidak sibuk. Produktivitas dijadikan ukuran utama untuk menilai harga diri.

Meski terlihat positif, pola ini berisiko membuat seseorang mengabaikan kelelahan mental dan kehilangan kesempatan untuk merawat kesehatan emosionalnya.

Kebiasaan-kebiasaan di atas tidak selalu berarti seseorang mengalami masalah psikologis serius. Namun jika pola tersebut terjadi terus-menerus dan mulai mengganggu kualitas hidup, hal itu bisa menjadi sinyal bahwa tubuh dan pikiran membutuhkan perhatian lebih.

Membangun rutinitas pagi yang sehat, memberi waktu untuk diri sendiri, berolahraga ringan, serta menjaga pola tidur dan pola makan dapat menjadi langkah awal untuk memperbaiki suasana hati dan kesehatan mental secara keseluruhan.


Topik

Serba Serbi youttango bahagia tanda tak bahagia ciri bahagia



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jember Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya

Serba Serbi

Artikel terkait di Serba Serbi