Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Raih Gelar Profesor, Rektor Unikama Dorong Lahirnya Guru Besar Baru di Kampus Multikultural 

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Yunan Helmy

20 - May - 2026, 18:10

Placeholder
Prof Dr Sudi Dul Aji MSi, rektor Unikama yang baru saja dikukuhkan sebagai guru besar. (Anggara Sudiongko/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pengukuhan Rektor Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Prof DrnSudi Dul Aji MSi sebagai guru besar menjadi momentum penting bagi penguatan kultur akademik di lingkungan kampus. Gelar profesor yang diraih dalam bidang teknologi dan inovasi pembelajaran fisika itu tidak hanya menjadi pencapaian personal, tetapi juga diharapkan mampu memacu percepatan lahirnya guru besar baru di Unikama.

Prof Sudi Dul Aji dikukuhkan sebagai guru besar kelima di Unikama. Kepakaran yang diusungnya berangkat dari rangkaian penelitian dan publikasi ilmiah yang selama ini fokus pada pengembangan teknologi dan inovasi dalam pembelajaran fisika.

Baca Juga : FSTEM Resmi Jadi Nama Baru FMIPA UB, Siapkan Era Baru Keilmuan Multidisiplin

“Kepakaran yang ada di sana adalah teknologi dan inovasi pembelajaran fisika. Nah, ini sebenarnya tidak terlepas dari serangkaian tulisan-tulisan saya terkait dengan teknologi dan inovasi pembelajaran fisika sebenarnya,” ujar Sudi Dul Aji, Rabu (20/5/2026).

Ia mengatakan, jabatan profesor merupakan cita-cita hampir seluruh dosen karena menjadi jenjang akademik tertinggi di perguruan tinggi. Saat ini, Unikama mencatat hampir 35 dosen telah mencapai posisi lektor kepala dan dinilai memiliki peluang besar untuk melanjutkan ke jenjang guru besar.

“Jadi, saya kira hampir setiap dosen punya cita-cita yang sama. Karena jabatan akademik yang paling tertinggi itu adalah profesor, itulah yang diharapkan semua dosen,” katanya.

Menurut Sudi, kampus kini tengah mendorong percepatan para lektor kepala untuk memenuhi berbagai syarat menuju profesor. Salah satu dukungan yang disiapkan adalah subsidi pembiayaan publikasi ilmiah, terutama untuk jurnal internasional bereputasi yang menjadi syarat utama pengajuan guru besar.

“Nah, sampai sekarang sudah hampir sekitar 35 dosen yang sudah mencapai lektor kepala. Sehingga inilah yang kita dorong untuk bisa masuk di guru besar. Karena memang ada persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi,” ungkapnya.

Sudi menambahkan, Unikama juga membuka fasilitas pendampingan penulisan dan publikasi ilmiah bagi dosen. Fasilitas tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi calon profesor, melainkan seluruh tenaga pengajar di lingkungan kampus.

“Kita akan memberikan subsidi kepada dosen-dosen yang akan meraih gelar guru besar atau mempersiapkan menjadi guru besar, itu dengan publikasi-publikasi yang nanti dia akan submit ke mana, kita akan lakukan subsidi itu,” jelasnya.

Dalam proses menuju profesor, Sudi mengakui tantangan terbesar umumnya berada pada publikasi jurnal terindeks Scopus yang membutuhkan waktu dan biaya cukup besar. Terlebih pada 2026, persyaratan pengajuan guru besar disebut mengalami peningkatan.

Baca Juga : Tanggapan Pemerintah Soal 9 WNI Ditahan Tentara Israel, Ada Upaya Pembebasan?

“Kalau dulu masih satu jurnal terindeks Scopus, nah sekarang dua. Nah, itu saja sih sebenarnya. Sehingga dosen-dosen yang sudah siap kemarin harus mempersiapkan diri kembali untuk nambah jurnal,” katanya.

Di tengah kesibukannya memimpin Unikama, Sudi menilai pencapaian akademik tidak mungkin diraih secara individual. Ia menekankan pentingnya kerja tim dalam penelitian dan pengembangan akademik.

“Ya, saya kira itu karena sebuah tim ya. Kita enggak bisa sendiri di dalam penelitian-penelitian yang kami kembangkan itu,” ujarnya.

Ia berharap gelar profesor yang diraihnya mampu menjadi inspirasi bagi dosen lain untuk menempuh jalur akademik serupa. Menurut dia, banyak dosen Unikama sebenarnya sudah berada pada fase yang mendekati syarat pengajuan guru besar.

“Mudah-mudahan gelar ini menginspirasi teman-teman yang lain, bahwa untuk menjadi profesor itu juga ada tahapannya dan harus kita lalui,” kata Sudi.

Ia menambahkan, pihak kampus akan segera mengumpulkan dosen-dosen yang telah memenuhi syarat administratif untuk dipersiapkan menuju pengajuan profesor. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas akademik dan reputasi institusi di tingkat nasional.


Topik

Pendidikan Unikama Unikama Malang guru besar rektor Unikama Prof Sudi Dul Aji



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jember Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Yunan Helmy

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan