Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Bidik Nilai Ekspor Rp 1 Triliun, Pemkot Malang Siapkan 200 UMKM Tembus Pasar Global

Penulis : Riski Wijaya - Editor : A Yahya

18 - May - 2026, 18:04

Placeholder
Ilustrasi.(istimewa).

JATIMTIMES - Dari puluhan ribumkmu UMKM yang tumbuh di Kota Malang, baru 95 pelaku usaha yang berhasil menembus pasar luar negeri. Kini, Pemerintah Kota Malang mencoba mempercepat laju ekspor dengan menyiapkan 200 UMKM baru agar bisa naik kelas pada 2026.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan  (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi mengatakan, upaya tersebut dilakukan melalui program Klinik Ekspor yang rutin digelar setiap pekan di Malang Creative Center (MCC). Program itu menjadi ruang pembinaan bagi pelaku UMKM agar siap bersaing di pasar internasional.

Baca Juga : Pemkot Surabaya Tambah Empat Mobil Perpustakaan Listrik

“Target kami ada 200 UMKM yang bisa masuk pasar ekspor tahun ini. Kelas klinik ekspor kami jalankan seminggu sekali untuk mempercepat kesiapan mereka,” ujar Eko.

Ratusan UMKM yang dipersiapkan berasal dari berbagai sektor, mulai produk kriya, makanan olahan, hingga perlengkapan rumah tangga. Pemkot Malang menilai potensi produk lokal cukup besar, namun masih banyak pelaku usaha yang belum memenuhi standar ekspor.

Karena itu, setiap produk yang masuk program pembinaan akan melalui proses kurasi. Pemerintah daerah memeriksa legalitas usaha, kualitas produk, hingga desain kemasan sebelum produk dipasarkan ke luar negeri.

UMKM yang belum memenuhi syarat tidak langsung gugur. Diskopindag akan memberikan pendampingan lanjutan agar produk mereka dapat memenuhi standar pasar global. “Kalau ada yang belum sesuai standar, langsung kami dampingi lagi. Jadi tidak dilepas begitu saja,” katanya.

Tak hanya pelatihan, Pemkot Malang juga membantu membuka akses pasar internasional dengan menjalin koneksi bersama pihak-pihak yang memiliki jaringan perdagangan luar negeri.

Saat ini, produk UMKM Kota Malang sudah dipasarkan ke sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Australia. Pemkot juga mulai membidik pasar baru, termasuk Jepang dan Selandia Baru.

Baca Juga : Kenaikan Dolar Belum Terlalu Berdampak di Kota Malang, Harga Kedelai Impor Diwaspadai

Eko menyebut pihaknya telah menjalin komunikasi dengan diaspora Indonesia di Jepang untuk membantu membuka akses pasar. Sementara untuk Selandia Baru, Pemkot berencana mengundang jejaring diaspora agar bisa melihat langsung potensi produk UMKM Kota Malang. “Yang di Jepang sudah komunikasi dengan kami dan punya akses pasar di sana. Untuk Selandia Baru sedang kami upayakan juga,” ucapnya.

Berdasarkan data Diskopindag, Kota Malang saat ini memiliki lebih dari 40 ribu UMKM. Dari jumlah tersebut, baru 95 UMKM yang berhasil melakukan ekspor dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp100 miliar.

Jika target tambahan 200 UMKM eksportir tercapai, nilai ekspor produk UMKM Kota Malang diperkirakan bisa melonjak hingga Rp1 triliun.


Topik

Ekonomi umkm kota malang diskopindag kota malang eko sri yuliadi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jember Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

A Yahya