JATIMTIMES - Komplotan maling yang disinyalir beranggotakan dua orang pelaku viral usai melancarkan aksi pencurian di SMPN 1 Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pada aksinya, para pelaku berhasil membawa kabur sejumlah uang termasuk hasil uang amal para siswa hingga handphone untuk keperluan pihak sekolah.
Aksi para pelaku saat menyatroni SMPN 1 Pakisaji tersebut juga sempat viral di media sosial. Bahkan, tampang salah satu terduga pelaku juga sempat terekam kamera pengawas saat mencoba merusak CCTV.
Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Pakisaji AKP Sunarko Rusbiyanto menyebut, aksi komplotan maling yang kini viral tersebut terjadi pada Senin (6/4/2026) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.
"Pelaku yang terekam CCTV sekolah itu berjumlah dua orang dan saat ini untuk identitasnya sudah kami kantongi," ujar Sunarko, Kamis (9/4/2026).
Pagi setelah kejadian tersebut, pihak sekolah langsung membuat laporan ke Polsek Pakisaji. Di saat yang bersamaan, rekaman CCTV itu menyebar di media sosial ketika polisi melakukan penyelidikan.
"Sedangkan untuk yang diambil oleh para pelaku tersebut antara lain uang kurang lebih Rp300 ribu dari beberapa amplop yang ada di sekolah sama uang amal siswa. Selain itu, handphone untuk absen milik sekolah juga hilang diduga dibawa pelaku. Total kerugian sekitar Rp1.350.000," bebernya.
Selain sejumlah uang dan smartphone, para pelaku juga sempat mengambil sebuah brangkas ke belakang sekolah. Brangkas tersebut baru dibeli, sehingga masih kosong belum ada isinya.
"Pelaku sempat mencoba membobol brangkas, tapi tidak bisa terbuka," imbuhnya.
Pada serangkaian aksinya, pelaku turut menjarah sejumlah ruangan sekolah. Yakni mulai dari ruang guru, Tata Usaha (TU), hingga ruang bendahara.
"Pelaku diduga masuk ke ruangan tersebut dengan cara mencongkel jendela," ujarnya.
Baca Juga : Targetkan 10 SSK Tingkat SD, Pemkot Kediri Perkuat Advokasi dan Sosialisasi Kependudukan
Dugaan tersebut diperkuat dengan temuan polisi di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Di mana, dari hasil penyelidikan, pihak kepolisian menemukan barang bukti berupa obeng yang kini juga telah diamankan.
"Sedangkan untuk masuk ke area sekolah, para pelaku tersebut diduga memanjat dinding di belakang sekolah," imbuhnya.
Pada bagian belakang bangunan sekolah tersebut merupakan ladang tebu. Sedangkan di bagian depan dan samping sekolah ialah permukiman warga.
"Sedangkan penjaga sekolah pada saat kejadian setelah patroli ada di depan sekolah," tuturnya.
Hingga Kamis (9/4/2026) malam, pihak kepolisian masih melakukan serangkaian penyelidikan. Termasuk memburu keberadaan para pelaku yang kini identitasnya telah diketahui oleh polisi.
"Kami masih melakukan penyelidikan, pelakunya juga masih dalam pengejaran," pungkasnya.
