JATIMTIMES - Ramadan bukan alasan untuk tampil apa adanya tanpa perawatan sama sekali. Banyak perempuan tetap beraktivitas seperti bekerja, kuliah, hingga menghadiri acara sehingga ingin tetap terlihat rapi dan percaya diri. Salah satu pertanyaan yang sering muncul pun sederhana: bolehkah memakai lipstik saat puasa, atau justru membatalkannya?
Penceramah ternama Ustaz Abdul Somad memberikan penjelasan yang cukup lugas soal hal ini. Dalam ceramah yang dikutip dari kanal YouTube Okta Nur Amalaia, Sabtu (28/2/2026), ia menegaskan bahwa lipstik tidak membatalkan puasa.
Baca Juga : Antisipasi Bahan Berbahaya, Dinkes Kota Batu Uji Sampel Makanan dan Minuman Takjil Ramadan
“Lipstik tak membatalkan puasa kecuali pakai lipstik sambil minum es teh, karena lipstik itu di luar,” ujarnya.
Ustaz Abdul Somad yang merupakan alumnus Universitas Al Azhar itu menjelaskan bahwa dalam pandangan Mazhab Hambali, sesuatu yang berada di luar tubuh tidak termasuk hal yang membatalkan puasa.
“Dalam Mazhab Hambali, jangankan di luar, ujung lidah yang mencicip gula tidak batal. Tapi mencicip sekali jangan setengah mangkuk,” lanjut ustaz asal Riau tersebut.
Dari penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa penggunaan lipstik saat puasa diperbolehkan selama tidak ada bagian yang masuk dan tertelan ke dalam tenggorokan. Lipstik yang hanya menempel di permukaan bibir termasuk kategori luar tubuh, sehingga tidak membatalkan puasa.
Meski demikian, tetap dianjurkan untuk berhati-hati. Hindari penggunaan yang terlalu tebal atau kebiasaan menjilat bibir yang berisiko membuat lipstik masuk ke dalam mulut. Intinya, selama tidak sengaja ditelan, puasa tetap sah.
Di akhir ceramahnya, Ustaz Abdul Somad juga menyelipkan pesan penting agar kaum perempuan tidak berlebihan dalam menggunakan riasan.
“Cuma masalah lipstik ini, jangan pakai make-up, lipstik merah, bedak muka putih tangan hitam,” ujarnya.
Baca Juga : Stok Aman hingga 10 Bulan, Lonjakan Konsumsi Saat Ramadan Tak Goyahkan Pasokan Beras Kota Malang
Ia mengingatkan bahwa kecantikan sejati tidak semata-mata terletak pada riasan wajah.
“Jangan pakai make-up, cantik itu di inner beauty dari tahajudmu. Kalau orang sudah terbiasa pakai make-up, ketika dia tidak pakai make-up, dia tidak percaya diri, dia tidak berani menghadapi orang nantinya,” tutupnya.
Pesan tersebut menjadi refleksi bahwa Ramadan adalah momentum mempercantik diri dari dalam, bukan hanya dari luar. Tampil rapi dan bersih tentu diperbolehkan, namun tetap dalam batas wajar dan tidak berlebihan.
Dengan demikian, memakai lipstik saat puasa pada dasarnya tidak membatalkan puasa menurut penjelasan tersebut, selama tidak tertelan. Yang terpenting adalah menjaga niat, kesederhanaan, dan tetap fokus pada makna ibadah di bulan Ramadan.
