JATIMTIMES - Rencana pengoperasian angkutan kota (angkot) gratis bagi pelajar tidak serta-merta menghapus keberadaan bus sekolah milik Pemerintah Kota Malang. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang memastikan armada bus dan Elf sekolah tetap beroperasi, khususnya untuk menjangkau wilayah yang belum terlayani trayek angkot.
Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, mengatakan bahwa tidak semua titik sekolah bisa dijangkau angkot. Karena itu, keberadaan armada sekolah masih sangat dibutuhkan. “Pasti ada titik-titik tertentu yang tidak bisa dijangkau oleh angkot. Otomatis masih membutuhkan Elf kita. Prinsipnya seperti itu,” ujar Suwarjana.
Ia mencontohkan sejumlah sekolah yang hingga kini belum dilintasi trayek angkot, seperti SMP 27 dan SMP 22, serta beberapa sekolah dasar di wilayah tertentu. Menurutnya, sekolah-sekolah tersebut tetap memerlukan dukungan angkutan dari Disdikbud karena tidak ter-cover angkot.
“Selama belum ter-cover semua, tetap kita berdayakan. Karena ada beberapa sekolah yang memang tidak dilewati trayek angkot,” tegasnya.
Terkait waktu operasional angkot gratis bagi pelajar, Suwarjana mengaku belum mengetahui secara pasti jadwal pelaksanaannya karena program tersebut bukan berada di bawah kewenangan Disdikbud. Meski demikian, ia berharap rencana tersebut bisa segera terealisasi.
“Mudah-mudahan segera berjalan. Harapan kami angkotnya juga representatif,” ucapnya.
Saat ini, Disdikbud Kota Malang memiliki total 13 armada angkutan sekolah yang terdiri dari enam unit bus dan tujuh unit Elf. Namun demikian, belum ada rencana penambahan armada. Bahkan, menurut Suwarjana, jumlah tersebut justru berpotensi dikurangi.
“Bus ada enam, Elf ada tujuh. Semua tiga belas. Penambahan belum ada, ini saja malah mau dikurangi,” pungkasnya.
Baca Juga : Rebutan 500 Kursi, Mudik Gratis Peruri 2026 ke Semarang, Solo dan Yogyakarta Resmi Dibuka
Sebagai informasi wacana akan dioperasikannya angkutan kota (angkot) di Kota Malang muncul setelah adanya kekhawatiran bahwa moda transportasi darat itu akan semakin tergusur seiring beroperasinya Trans Jatim.
Sehingga dalam hal ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana tetap mengoperasikan angkot sebagai angkutan sekolah. Hal tersebut juga sebagai bentuk perhatian atas moda transportasi yang telah lebih dulu mengaspal di Kota Malang tersebut.
