JATIMTIMES – Status Kota Batu sebagai destinasi wisata unggulan belum selaras dengan kondisi fasilitas penunjang transportasinya. Hasil pengecekan lapangan mengungkap sedikitnya lima halte di jalur protokol mengalami kerusakan hingga 80 persen. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu telah berencana melakukan perbaikan.
Titik-titik hakte tersebar di jantung kota. Di antaranya Jalan Sultan Agung, Jalan Suropati, dan Jalan Trunojoyo. Kondisinya jauh dari kata layak; atap yang keropos, plafon mengelupas hingga jebol. Beberapa di antaranya juga tidak memiliki kursi tunggu yang layak.
Baca Juga : Kronologi Lengkap Demo di Polda DIY: Dari Long March hingga Gerbang Roboh
Minimnya perawatan dan faktor usia bangunan dituding menjadi biang kerok kerusakan fasilitas publik tersebut. Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Batu, Hari Juni Sunsanto, mengakui tingkat kerusakan yang masif tersebut setelah pihaknya melakukan kalibrasi dimensi di lapangan.
"Survei pengukuran ulang yang dilakukan oleh Tim Transportasi Dishub Kota Batu menyasar pada Halte di Jl.Sultan Agung sebanyak 2 titik, Jl.Suropati 2 titik, dan Jl. Trunojoyo 1 titik," rinci Hari, Rabu (25/2/2026).
Meski secara fisik terlihat kerusakan yang cukup parah dan tidak nyaman, warga dan wisatawan masih terpaksa menggunakan sisa-sisa bangunan tersebut untuk menanti angkutan umum.
"Saat ini memang masih dipakai untuk naik turunkan penumpang, tapi kondisi fisiknya memang butuh pemeliharaan, mulai dari atap sampai bagian cat, dan tempat duduk yang terkesan kumuh," ujar dia.

Dengan kerusakan sudah terdata, eksekusi perbaikan direncanakan dalam waktu dekat. Namun Dishub belum memberikan informasi lebih lanjut terkait kapan akan dimulai rehabilitasi. Hari menuturkan, perkiraan pengerjaan ditargetkan mulai pasca-lebaran.
Mengenai besaran anggaran yang dialokasikan untuk memulihkan kelima halte tersebut, Hari Juni belum membeberkan angka secara rinci.
"Sudah dianggarkan, perbaikannya itu diharapkan bisa memperbaiki halte agar nyaman untuk wisatawan dan masyarakat yang memanfaatkan fasilitas," imbuh dia.
Baca Juga : Kala 300 Ribu Orang Menggali Kolam untuk Amangkurat I
Sebelumnya, diketahui beberapa halte yang dianggap tidak berfungsi bahkan sudah mulai dibongkar oleh bagian aset dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). Sementara itu sejumlah halte yang berfungsi tengah direncanakan revitalisasi.
Kepala Dishub Kota Batu, Susetya Herawan, menekankan bahwa tantangan sesungguhnya adalah sinkronisasi antara infrastruktur dan layanan. "Tim masih melakukan pendataan untuk revitalisasi Halte kedepan agar dapat difungsikan sebagaimana fungsinya," ungkap Herawan.
