Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Pengabdian Berbasis Lingkungan, Mahasiswa S2 STIE Malangkuçeçwara Hadir di Pandanajeng

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Nurlayla Ratri

04 - Feb - 2026, 14:07

Placeholder
Dua mahasiswa S2 STIE Malangkucecwara melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Pandanajeng, Kabupaten Malang. (Anggara Sudiongko/MalangTimes)

JATIMTIMES - Di Desa Pandanajeng, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, gagasan tentang kampus yang benar-benar hadir di tengah masyarakat menemukan bentuk konkretnya. Belum lama ini, dua mahasiswa Magister  Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkuçeçwara meninggalkan rutinitas akademik dan turun langsung ke desa, membawa aksi lingkungan yang dirancang bukan sekadar simbol, tetapi sebagai awal keterlibatan jangka panjang.

Budi Cahyono dan Ayu Puspita Sari, mahasiswa S2 Program Studi Manajemen Akuntansi, terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan bersama dosen serta mitra Jasa Tirta. Kolaborasi ini menyasar kawasan strategis desa dengan melakukan penanaman pohon di sepanjang jalur utama Pandanajeng, ruang publik yang setiap hari menjadi bagian dari aktivitas warga.

Baca Juga : Tak Tuntaskan Finalisasi PDSS, Tiga SMK di Kota Batu Dipastikan Tak Bisa Ikut SNBP 2026

Dalam kegiatan tersebut, lebih dari 200 bibit pohon ditanam. Jenis tanaman yang dipilih terdiri dari durian dan pucuk merah. Pemilihan ini dilakukan dengan pertimbangan jangka panjang, tidak hanya untuk memperkuat kualitas lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi desa di masa mendatang. Durian diproyeksikan sebagai tanaman produktif bernilai tinggi, sementara pucuk merah berfungsi memperluas tutupan hijau dan memperbaiki lanskap desa.

Budi Cahyono menjelaskan bahwa penanaman ini diarahkan untuk menjawab kebutuhan lingkungan sekaligus potensi pertanian lokal. Desa Pandanajeng selama ini dikenal dengan komoditas sayuran seperti kangkung, sawi, dan cabai. Kehadiran tanaman buah diharapkan dapat memperkaya hasil bumi desa dan menambah variasi sumber penghidupan warga.

“Melalui penanaman pohon ini, kami berharap Desa Pandanajeng menjadi lebih hijau. Selain itu, dengan adanya bibit durian, ke depan hasil bumi desa bisa bertambah dan menjadi potensi ekonomi baru,” kata Budi.

Meski hanya melibatkan dua mahasiswa, kegiatan ini tidak berdiri sendiri. Penanaman dilakukan sebagai bagian dari rangkaian pengabdian yang juga mencakup pencatatan dan pelaporan akademik, sehingga prosesnya terdokumentasi dan dapat menjadi pijakan untuk pengembangan program lanjutan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa kontribusi mahasiswa pascasarjana tidak diukur dari jumlah, melainkan dari kedalaman analisis dan kesinambungan gagasan.

Alih-alih berhenti pada aktivitas menanam, kegiatan ini justru membuka ruang dialog antara kampus dan desa. Dosen STIE Malangkuçeçwara, Dr. Uke Prajogo, menyampaikan bahwa pengabdian masyarakat di lingkungan kampus dirancang berlangsung rutin dan berlapis, baik melalui skema internal maupun kerja sama eksternal.

“Di STIE Malangkuçeçwara setiap tahun ada dua kali pengabdian. Ada pengabdian internal dengan dana mandiri dan pengabdian eksternal yang biasanya bekerja sama dengan Dikti atau lembaga lain melalui proposal. Kalau didanai, baru kita berkegiatan,” ujar Uke.

Ia menjelaskan bahwa sebelumnya pengabdian internal direncanakan berlangsung di Pesantren El Jasmeen. Namun karena waktunya bertepatan dengan agenda internal pesantren, tim dosen dan mahasiswa memilih bergabung dalam kegiatan penanaman pohon di Pandanajeng yang dinilai relevan dengan tujuan pengabdian.

“Kebetulan di sini ada kegiatan Malangkucecwara International Culture Club (MICC) terkait penanaman. Ini jadi saran yang baik bagi kami untuk ikut. Apalagi kepala desa sangat welcome untuk kegiatan pengabdian masyarakat,” lanjutnya.

Baca Juga : Apresiasi Kinerja Mahasiswa Magang, JTN dan FISIP UB Perkuat Komitmen Kolaborasi

Lebih jauh, Uke melihat Desa Pandanajeng menyimpan potensi pengembangan yang lebih luas, khususnya di sektor pertanian. Dengan latar belakang pendidikan teknologi pertanian, ia menilai desa ini memiliki peluang untuk mengembangkan pengolahan hasil pangan agar bernilai lebih stabil.

“Di sini ada potensi pertanian. Contohnya cabai, itu tanaman musiman. Saat panen raya harganya jatuh, saat langka harganya naik. Ke depan mungkin bisa diolah supaya nilainya stabil,” katanya.

Pandangan tersebut membuka kemungkinan bahwa pengabdian masyarakat tidak berhenti pada satu kegiatan atau satu isu lingkungan. Menurut Uke, jika sinergi antara kampus dan desa berjalan baik, Pandanajeng berpeluang menjadi desa dampingan jangka menengah bagi STIE Malangkuçeçwara.

“Tidak menutup kemungkinan ke depan, kalau di El Yasmin sudah cukup, kami bisa pindah ke sini. Apalagi respons desa sangat terbuka,” ujarnya.

Sambutan positif juga datang dari Pemerintah Desa Pandanajeng. Kepala Desa Muhammad Edy Mansyur menilai kehadiran mahasiswa dan dosen perguruan tinggi membawa sudut pandang baru dalam membaca potensi desa, terutama dalam mengaitkan isu lingkungan dengan pengembangan ekonomi dan perencanaan jangka panjang.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan ini. Karena itu, kami menawarkan kepada kampus STIE Malangkuçeçwara untuk menjalin kerja sama jangka panjang melalui penandatanganan Memorandum of Understanding dengan Pemerintah Desa Pandanajeng,” pungkasnya.


Topik

Pendidikan STIE Malangkucecwara ABM Malang Kabupaten Malang pengabdian masyarakat



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jember Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Nurlayla Ratri

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan