JATIMTIMES - Momentum perayaan Hari Jadi Ke-167 Kabupaten Sidoarjo tahun 2026 menjadi bukti deretan capaian pembangunan sepanjang 2025. Bupati Sidoarjo H Subandi pun berkomitmen terus meningkatkan pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Adapun salah satu capaian yang menjadi sorotan utama yakni revitalisasi Alun-Alun Sidoarjo. Bupati Subandi menyebut langkah tersebut sebagai kado istimewa untuk warga Sidoarjo.
Baca Juga : APDESI Kawal Program Kemendes Satu Desa Rp 1 Miliar, Optimalisasi Pembangunan Tingkat Desa
"Alun-alun ini bukan sekadar taman kota, tetapi simbol kebanggaan masyarakat Sidoarjo. Kami ingin ruang publik ini tampil lebih baik, inklusif, dan nyaman untuk semua. Ini hadiah ulang tahun Sidoarjo yang kami persembahkan untuk warga,” ungkap Bupati Subandi saat menjadi inspektur upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke-167 Kabupaten Sidoarjo di Alun-Alun Kabupaten Sidoarjo pada Sabtu (31/1/2026) .
Subandi menegaskan bahwa revitalisasi bukan hanya proyek fisik, namun juga bagian dari perubahan wajah kota.
“Kami ingin Sidoarjo punya ruang interaksi yang hidup, tempat anak muda berkegiatan, keluarga bersantai, dan pusat tumbuhnya kreativitas. Ini bukti bahwa pembangunan harus membawa suasana baru,” ucapnya.
Di sektor pendidikan, Pemkab Sidoarjo juga memperluas program beasiswa yang pada 2025 telah menjangkau 2.010 penerima. Tahun ini, jumlahnya ditargetkan mencapai 4.000.
“Investasi terbesar sebuah daerah adalah SDM-nya. Kalau anak-anak kita bisa sekolah tinggi, maka masa depan Sidoarjo juga akan lebih maju. Karena itu, beasiswa akan terus kami perluas,” jelas Subandi.
Selain itu, di bidang infrastruktur, 13 ruas jalan telah dibeton sepanjang 2025. Pada 2026 program percepatan perbaikan infrastruktur diperkuat melalui PIWK yang menyasar 18 kecamatan. Bupati Subandi menegaskan bahwa infrastruktur adalah tulang punggung ekonomi.
"Kalau jalannya bagus, ekonomi bergerak. Mobilitas lancar, distribusi juga lancar. Ini pembangunan yang dampaknya langsung bisa dirasakan,” ucapnya.
Upaya penanganan banjir juga terus berjalan. Normalisasi sungai, perbaikan drainase, hingga pembangunan rumah pompa dipercepat.
“Masalah banjir tidak bisa selesai dalam semalam. Tetapi kami bekerja setiap hari. Sungai dinormalisasi, rumah pompa ditambah, dan kami pastikan tidak ada wilayah yang diabaikan,” urainya.
Baca Juga : Dishub Surabaya dan PJS Duduk Bersama, Cari Solusi Penanganan Tipiring Juru Parkir
Sektor sosial juga menunjukkan capaian besar. Pemkab bersama Baznas merehabilitasi 450 RTLH (rumah tidak layak huni) sepanjang 2025. Pemerintah juga sigap menangani bencana kecil maupun besar.
“Setiap rumah yang roboh, terbakar, atau rusak, kami langsung turun. Negara harus hadir, itu prinsip kami,” katanya.
Sementara di bidang kesehatan, Sidoarjo mempertahankan UHC dan meraih penghargaan nasional STBM. Menurut buoati, kesehatan masyarakat adalah prioritas.
Dari sisi ekonomi, realisasi investasi Sidoarjo sepanjang 2025 mencapai Rp 18,89 triliun atau 155,84 persen dari target. Sidoarjo juga masuk top 7 nasional dalam kualitas pelayanan publik versi Ombudsman RI.
Menutup rangkaian capaian, bupati Subandi menegaskan bahwa seluruh prestasi tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan seluruh pihak serta memastikan pembangunan akan terus dilanjutkan.
“Capaian-capaian ini bukan hanya hasil pemerintah, tetapi hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat. Kami ingin Sidoarjo makin kuat, makin tangguh, dan makin sejahtera. Ini baru permulaan, kami akan terus bekerja agar Sidoarjo tumbuh lebih modern, lebih manusiawi, dan semakin melompat di tahun-tahun mendatang,” pungkas Subandi.
