JATIMTIMES - Pernahkah kalian kecelakaan atau jatuh dari sepeda motor, namun tak langsung merasakan sakit? Biasanya baru merasa sakit pada malam harinya atau keesokan harinya. Ternyata begini penjelasannya.
dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ memaparkan jika reaksi tubuh ketika awal mengalami cedera adalah mengeluarkan endorfin. Endorfin sendiri adalah hormon anti nyeri yang membuat tubuh manusia tidak merasakan sakit yang signifikan.
Baca Juga : Hari Ini RUU Kesehatan Bakal Sah, Bagaimana Nasib Dokter?
"Beberapa waktu kemudian, baru deh ketika endorfin turun, rasa nyeri baru muncul," ungkap dr Andreas, dikutip dari akun Twitternya @ndreamon.
Karena hormon endorfin itulah, kata dr. Andreas yang membuat seseorang saat kecelakaan tidak langsung merasa nyeri. Sehingga merasa baik-baik saja dan tak memeriksakan diri.
"Itulah kenapa ketika setelah kecelakaan, walaupun nggak merasa nyeri jangan langsung merasa diri manusia super. Tunggu dulu, kalau nyeri memberat atau bertahan, baiknya periksakan. Bisa jadi ada retak tulang yang ga terlalu berasa di awal cedera, loh," pinta dia.
Bukan hanya kecelakaan saat naik sepeda motor, ternyata kata dr. Andreas cedera patah tulang kerap terjadi di rumah.
"Tahukah Anda, jatuh di kamar mandi adalah penyebab tersering cedera dan patah tulang di rumah? Konon, 80% jatuh di rumah terjadi di kamar mandi," ungkap dia.
Baca Juga : Ini Alasan Menyeberang Selat Bali Tak Boleh Pakai Rute Lurus
"Jadi, kalau di rumah ada lansia, hati-hati ya lantai kamar mandinya," pinta dr. Andreas.
Oleh karenanya, salah satu cara modifikasi lingkungan adalah dengan memasang handrail, atau memberikan alas di lantai.
"Biasanya mencari faktor risiko. Apabila terjatuh di kamar mandi, maka dianggap sebagai risiko tinggi untuk jatuh berulang. Kalau iya, maka akan disarankan modifikasi lingkungan kamar mandi," tandas dr. Andreas.
