Asisten Pelatih Arema Kuncoro Tutup Usia, Kolaps saat Ikut Event Bola di Gajayana

Reporter

Hendra Saputra

Editor

Yunan Helmy

18 - Jan - 2026, 06:47

Tim medis saat memberikan penanganan sementara kepada Kuncoro (foto: istimewa)

JATIMTIMES - Dunia sepak bola tanah air dan Arema khususnya kembali berduka. Asisten pelatih Arema Kuncoro meninggal dunia setelah kolaps saat mengikuti sebuah event sepak bola di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (18/1/2026).

Peristiwa memilukan itu terjadi pada babak kedua pertandingan. Kuncoro yang berada di pinggir lapangan tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri. Situasi mendadak tersebut membuat suasana stadion seketika berubah panik.

Baca Juga : Arema Kehilangan Benteng Tangguh hingga Akhir Musim, Luiz Gustavo Jalani Operasi ACL

Minimnya tim medis di lokasi kejadian membuat sejumlah rekan Kuncoro yang juga mantan pesepak bola sigap memberikan pertolongan pertama. Beberapa saat kemudian tim medis datang dan memberikan penanganan. Kuncoro kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Namun takdir berkata lain. Sekitar pukul 18.00 WIB, Kuncoro dinyatakan meninggal di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Kabar duka ini dengan cepat menyebar dan meninggalkan luka mendalam bagi keluarga besar Arema FC serta insan sepak bola Indonesia.

Kuncoro bukan nama asing bagi Aremania. Ia merupakan bagian penting dari sejarah Arema. Pria kelahiran Malang itu tercatat memperkuat Arema sebagai pemain pada periode 1991 hingga 1996. Setelah itu, kariernya berlanjut dengan memperkuat sejumlah tim besar di Indonesia.

Dedikasi Kuncoro untuk Arema tak pernah pudar. Pada tahun 2012, ia kembali ke klub kebanggaan Malang tersebut dengan bergabung dalam jajaran tim pelatih. Hingga akhir hayatnya, Kuncoro setia mengabdi untuk Singo Edan, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Baca Juga : Ribuan Pelari Serbu Emba Jetbus Run 2026, Kota Malang Siap Jadi Destinasi Wisata Lari Nasional

Kepergian Kuncoro menjadi kehilangan besar, bukan hanya bagi Arema FC, tetapi juga bagi sepak bola nasional. Sosoknya dikenal sebagai pribadi rendah hati, pekerja keras, dan memiliki loyalitas tinggi terhadap dunia yang membesarkan namanya.