Haji Furoda 2026 Ditiadakan, Waspada Tawaran Berangkat Tanpa Antre
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Yunan Helmy
10 - Apr - 2026, 12:35
JATIMTIMES - Pemerintah menegaskan bahwa visa haji furoda tidak tersedia untuk musim haji 2026. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak menyusul maraknya tawaran keberangkatan haji instan yang beredar di media sosial.
“Enggak ada, jadi tahun ini Arab Saudi tidak mengeluarkan visa haji furoda,” ujar Dahnil, Jumat (10/4/2026).
Baca Juga : Pembangunan Jalan Gondanglegi-Balekambang Diproyeksi Tembus ke Blitar
Pernyataan ini sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak mudah tergiur penawaran haji tanpa antre atau yang kerap disebut haji “T-nol”.
Dahnil mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap berbagai iklan dan promosi keberangkatan haji yang menjanjikan bisa berangkat tahun ini tanpa antrean resmi.
Menurut dia, modus seperti ini berpotensi masuk dalam kategori penipuan. “Itu yang mau kami cegah. Makanya kalau itu tetap berulang, maka secara otomatis nanti pihak kepolisian akan melakukan penindakan secara pidana, itu kan modus penipuan,” ujarnya.
Untuk mencegah praktik tersebut, Kementerian Haji dan Umrah bersama Polri telah membentuk Satgas Pencegahan Haji Ilegal yang bertugas menindak segala bentuk pemberangkatan non-prosedural.
Pemerintah menjelaskan, saat ini hanya ada dua jalur resmi keberangkatan haji bagi jemaah Indonesia, yakni haji reguler dan haji khusus. Di luar dua jalur tersebut, masyarakat diminta waspada.
“Haji itu pasti ngantre dalam konteks kita hari ini, itu haji pasti ngantre. Paling lama sekarang 26, kalau dulu kan ada yang 49, 48, sekarang tuh 26 tahun. Kalau haji khusus itu paling lama sekitar 6 tahun,” kata Dahnil.
Ia kembali menegaskan bahwa istilah haji T-nol atau berangkat tanpa antre bukanlah jalur resmi. “Jadi, mau haji reguler ataupun haji non-reguler itu haji khusus. Tidak ada haji yang T-nol,” imbuhnya.
Menurut Dahnil, lamanya masa tunggu keberangkatan tidak lepas dari terus bertambahnya jumlah pendaftar haji setiap tahun. “Semakin banyak itu (pendaftar) semakin lama ngantre,” ujarnya.
Baca Juga : Daftar 8 Kampus di Jatim yang Jadi Pusat UTBK SNBT 2026
Kondisi ini membuat daftar tunggu di sejumlah daerah masih cukup panjang, bahkan bisa mencapai puluhan tahun untuk jalur reguler.
Di sisi lain, pemerintah tengah mengkaji kemungkinan skema baru yang menyerupai sistem pembelian tiket langsung berdasarkan kuota dari Arab Saudi.
“Jadi, kita dikasih kuota oleh Arab Saudi 200.000. Kemudian kita tetapkan harganya berapa, nanti enggak perlu ngantre. Jadi, masing-masing langsung pesan siapa yang dapat, itu yang berangkat,” kata Dahnil.
Meski demikian, skema tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum diterapkan untuk musim haji tahun ini.
Dengan tidak adanya visa furoda 2026, masyarakat diimbau hanya mendaftar melalui jalur resmi dan tidak mudah percaya pada tawaran yang menjanjikan keberangkatan cepat tanpa prosedur.
