Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

36 Persen Warga Miskin Tak Miliki Jaminan Kesehatan, Puguh DPRD Jatim: Ini Ironi

Penulis : Muhammad Choirul Anwar - Editor : Nurlayla Ratri

10 - Jan - 2026, 18:00

Placeholder
Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) Puguh Wiji Pamungkas.

JATIMTIMES - Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) Puguh Wiji Pamungkas menyoroti masih rendahnya akses jaminan kesehatan bagi penduduk miskin di Jawa Timur (Jatim). Ia menilai kondisi tersebut sebagai ironi.

Puguh pun menyampaikan catatan penting terkait kondisi kesehatan penduduk miskin. Data BPS Jatim menunjukkan angka kesakitan penduduk miskin masih mencapai 41,05 persen.

Baca Juga : Grok AI Resmi Diblokir Komdigi usai Konten Asusila Merebak di X  

Artinya, hampir separuh penduduk miskin masih mengalami gangguan kesehatan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Situasi tersebut, menurut Puguh, semakin memprihatinkan karena belum diimbangi dengan perlindungan jaminan kesehatan yang memadai.

Tercatat, sekitar 36,70 persen penduduk miskin di Jawa Timur belum memiliki jaminan kesehatan. Puguh pun mendorong kondisi itu segera dibenahi melalui perbaikan data dan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

“Ini menjadi ironi. Di saat pemerintah sudah mengalokasikan anggaran besar untuk BPJS PBI, masih ada jutaan penduduk miskin yang belum menerima manfaat jaminan kesehatan,” tegasnya, Sabtu (10/1/2026).

Puguh pun mendorong Pemerintah Provinsi Jatim bersama pemerintah kabupaten dan kota untuk segera melakukan kroscek dan pemutakhiran data penerima BPJS PBI di masing-masing wilayah.

Menurut Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jatim itu, validitas data menjadi kunci agar bantuan benar-benar tepat sasaran. Ia menyoroti masih adanya penduduk yang tidak tergolong miskin namun tercatat sebagai penerima BPJS PBI.

Kondisi tersebut dinilai merugikan masyarakat yang seharusnya lebih berhak. “Golongan yang tidak miskin harus segera dihapus dari data penerima dan diganti dengan mereka yang benar-benar membutuhkan,” jelasnya.

Puguh menegaskan, sesuai arahan Presiden Prabowo, penduduk miskin berhak memperoleh jaminan kesehatan penuh, khususnya mereka yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga 5, yakni kategori miskin dan rentan miskin.

Baca Juga : Cara Disbudpar Magetan Antisipasi Getok Harga dan Persaingan Tidak Sehat di Wisata Telaga Sarangan

“Pemerintah daerah harus memprioritaskan kelompok ini dan memastikan tidak ada lagi penduduk miskin yang tertinggal dari akses jaminan kesehatan,” tandasnya. 

Sementara itu, Puguh juga menaruh perhatian serius terhadap perkembangan angka kemiskinan di provinsi ini tercatat mengalami penurunan. BPS Jatim mencatat jumlah penduduk miskin pada 2025 tercatat sekitar 3,8 juta jiwa, menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 3,9 juta jiwa.

Puguh mengapresiasi capaian tersebut sebagai hasil dari berbagai intervensi yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Penurunan ini menunjukkan bahwa upaya pemerintah sudah berjalan. Namun, dari sisi jumlah, penduduk miskin di Jawa Timur masih relatif besar dan perlu intervensi yang lebih serius ke depan,” ujar legislator Jatim asal Dapil Malang Raya itu.


Topik

Pemerintahan dprd jatim puguh wiji pamungkas fraksi pks jaminan kesehatan pbi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jember Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Muhammad Choirul Anwar

Editor

Nurlayla Ratri