JATIMTIMES - Pernah tahu dan menyantap daun gedi? Ini adalah sayuran hijau yang cukup populer di Sulawesi Utara. Sayur ini umumnya digunakan sebagai salah satu bahan untuk membuat bubur Manado (tinutuan).
Daun gedi memang kurang populer di luar Sulawesi. Padahal sayuran ini cukup lezat. Selain itu, kandungan gizinya cukup tinggi dan khasiatnya pun sangat beragam untuk kesehatan.
Sekilas soal Daun Gedi
Baca Juga : Slamet Purbanegara: Bupati Pertama Kediri dan Politik Dinasti Mangkunegaran
Tanaman daun gedi berbentuk perdu. Tanamannya bisa lebih tinggi daripada orang dewasa. Bentuk daunnya seperti kombinasi daun pepaya jepang dan singkong dengan warna hijau gelap
Gedi memiliki daun yang lebih kurus dan panjang daripada singkong. Ukuran daun dewasanya juga cenderung lebih besar daripada pepaya jepang.
Jika dimasak, daun gedi mengeluarkan cairan kental. Sehingga jika diolah menjadi bubur Manado (tinutuan), tekstur bubur menjadi lebih lengket. Sementara rasanya tidak berbeda jauh dengan daun kangkung atau singkong.
Manfaat Daun Gedi bagi Kesehatan
Dilansir dari laman Alodokter yang ditinjau langsung oleh dr Kevin Adrian, daun gedi memiliki sejumlah khasiat untuk kesehatan tubuh manusia. Manfaat daun gedi tak terlepas dari beragam kandungan nutrisi di dalamnya, seperti:
• Lemak
• Protein
• Asam amino
• Vitamin, termasuk vitamin A, B1, B2, B3, C, dan E
• Kalsium
• Kalium
• Tembaga
• Zinc
Selain mengandung nutrisi di atas, daun gedi memiliki kadar air yang tinggi hingga mencapai 88% dan kaya akan antioksidan, seperti flavonoid, nukleosida, polisakarida, asam organik, steroid, dan minyak atsiri.
Daun gedi juga diketahui memiliki sifat antidiabetik nefropati, antiinflamasi, antinyeri, antivirus, dan antikanker yang penting untuk kesehatan tubuh.
Manfaat Daun Gedi
Berikut adalah beberapa manfaat daun gedi bagi kesehatan tubuh:
1. Meredakan nyeri
Daun gedi sering digunakan sebagai pereda nyeri alami. Khasiat ini diduga ada berkat kandungan senyawa bioaktif di dalamnya yang memiliki efek antinyeri (analgesik). Jus daun gedi juga telah banyak dimanfaatkan sebagai obat alternatif untuk membantu mengatasi nyeri, terutama nyeri akibat keseleo.
2. Meningkatkan kepadatan tulang
Baca Juga : Inflasi Kota Malang Naik 1,37% di Maret 2025, Efek Normalisasi Diskon Listrik
Daun gedi memiliki kandungan mineral yang cukup tinggi. Meski perlu dikaji lebih lanjut, beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi daun gedi secara rutin mampu menjaga kepadatan tulang, memperkuat tulang, menghambat pengeroposan tulang, sekaligus mencegah osteoporosis.
3. Meningkatkan fungsi ginjal
Ekstrak daun gedi juga diketahui berkhasiat dalam meningkatkan fungsi ginjal, khususnya pada penderita penyakit ginjal yang disebabkan oleh diabetes (nefropati diabetik).
Manfaat daun gedi yang satu ini telah didukung oleh beberapa penelitian yang menunjukkan perbaikan sel ginjal pada pasien cedera ginjal setelah pemberian ekstrak daun gedi selama sekitar 6 bulan.
4. Melawan sel kanker
Daun gedi diketahui mengandung senyawa yang memiliki efek antikanker, antioksidan, dan antiinflamasi.
Beberapa riset di laboratorium telah membuktikan bahwa ekstrak daun gedi bermanfaat dalam melawan sel kanker dan menghambat pertumbuhannya, misalnya kanker payudara, kanker lambung, dan kanker darah (multiple myeloma). Bahkan, daun gedi dinilai dapat berfungsi selayaknya obat anti-multiple myeloma.
Namun, sejauh ini, daun gedi belum terbukti memiliki efektivitas yang sama dengan operasi, kemoterapi, atau terapi radiasi untuk pengobatan kanker.
