Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Olahraga

Piala Dunia 2030 Resmi Jadi Edisi Paling Unik, Digelar di 6 Negara untuk Rayakan 100 Tahun FIFA

Penulis : Mutmainah J - Editor : Dede Nana

20 - Jul - 2026, 17:11

Placeholder
Logo Piala Dunia 2026. (Foto: Wikipedia)

JATIMTIMES - Piala Dunia 2026 telah berakhir dengan Spanyol keluar sebagai juara usai mengalahkan Argentina di partai final. Meski demikian, perhatian pecinta sepak bola dunia kini mulai tertuju pada edisi berikutnya yang dipastikan akan menghadirkan sejarah baru.

Melalui Kongres Luar Biasa FIFA pada Desember 2024, badan sepak bola dunia itu resmi menetapkan tuan rumah Piala Dunia FIFA 2030. Berbeda dengan edisi-edisi sebelumnya, turnamen ini akan digelar di enam negara yang tersebar di tiga kawasan, menjadikannya penyelenggaraan paling unik sepanjang sejarah Piala Dunia.

Baca Juga : Presiden Argentina Tetapkan Hari Libur Nasional Meski Tim Tango Gagal Juara Piala Dunia 2026

Tak hanya melibatkan lebih banyak negara, Piala Dunia 2030 juga menjadi momen istimewa karena bertepatan dengan peringatan 100 tahun turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia sejak pertama kali digelar di Uruguay pada 1930.

Piala Dunia Pertama yang Digelar di Enam Negara

FIFA menunjuk Spanyol, Portugal, dan Maroko sebagai tiga tuan rumah utama. Ketiga negara tersebut akan menggelar hampir seluruh pertandingan, termasuk babak semifinal hingga final.

Namun, sebagai penghormatan terhadap sejarah lahirnya Piala Dunia, FIFA juga memberikan kesempatan kepada Uruguay, Argentina, dan Paraguay untuk menggelar masing-masing satu pertandingan pembuka. Dengan format tersebut, Piala Dunia 2030 menjadi edisi pertama yang berlangsung di dua benua, yakni Eropa dan Afrika, dengan pembuka spesial di Amerika Selatan.

Laga peringatan 100 tahun Piala Dunia akan diawali di Stadion Centenario, Montevideo, stadion legendaris yang menjadi lokasi final Piala Dunia pertama pada 1930. Dua pertandingan lainnya akan berlangsung di Estadio Monumental, Buenos Aires, dan Estadio Osvaldo Dominguez Dibb, Asuncion.

Setelah tiga laga tersebut, seluruh rangkaian turnamen akan dipusatkan di Spanyol, Portugal, dan Maroko hingga partai final. FIFA menjadwalkan Piala Dunia 2030 berlangsung mulai 8 Juni hingga 21 Juli 2030.

FIFA Siapkan Jadwal Khusus untuk Enam Tuan Rumah

Melibatkan enam negara di tiga kawasan membuat FIFA harus menyusun format penyelenggaraan yang berbeda dari biasanya. Tim yang tampil pada pertandingan perayaan di Amerika Selatan akan memperoleh waktu sekitar 11 hingga 12 hari sebelum menjalani laga berikutnya di Eropa atau Afrika. Penyesuaian tersebut dilakukan agar perjalanan antarbenua tidak mengganggu kondisi fisik pemain.

FIFA juga memastikan enam negara penyelenggara, yakni Spanyol, Portugal, Maroko, Uruguay, Argentina, dan Paraguay, memperoleh tiket otomatis ke putaran final melalui alokasi kuota konfederasi masing-masing. Menurut FIFA, seluruh jadwal tetap mengacu pada Kalender Pertandingan Internasional sehingga tidak menambah beban kompetisi bagi pemain maupun klub.

Deretan Stadion yang Diproyeksikan Menjadi Venue

Meski daftar stadion resmi belum diumumkan, sekitar 20 venue telah diproyeksikan menjadi lokasi pertandingan. Di Spanyol, sejumlah stadion ikonik dipersiapkan, seperti Santiago Bernabeu di Madrid dan Camp Nou di Barcelona yang kini masih menjalani renovasi. Selain itu, kota-kota seperti Sevilla, Bilbao, Valencia, Zaragoza, San Sebastian, Vigo, Gijon, Murcia, dan Las Palmas juga diproyeksikan menjadi bagian dari penyelenggaraan.

Portugal diperkirakan memusatkan pertandingan di Lisbon dan Porto. Sementara itu, Maroko menyiapkan stadion di Casablanca, Rabat, Marrakech, Tangier, Fes, dan Agadir.

Baca Juga : Jangan Asal Ikut Tren, DIY Parfum Balm dari Vaselin Bisa Memicu Dermatitis Kontak

Sorotan terbesar mengarah pada pembangunan Grand Stade Hassan II di Provinsi Benslimane, dekat Casablanca. Stadion berkapasitas sekitar 115.000 penonton itu diproyeksikan menjadi stadion sepak bola terbesar di dunia dan menjadi kandidat terkuat sebagai lokasi final Piala Dunia 2030.

Maroko Ingin Tinggalkan Warisan Besar

Bagi Maroko, menjadi tuan rumah Piala Dunia merupakan pencapaian bersejarah setelah lima kali gagal dalam proses pencalonan. Pemerintah di bawah Raja Mohammed VI menjadikan turnamen ini sebagai bagian dari agenda besar modernisasi nasional. Investasi miliaran dolar Amerika Serikat digelontorkan untuk membangun stadion, memperluas bandara, mengembangkan jaringan kereta api cepat, hingga memperbaiki infrastruktur jalan.

Sejumlah analis menilai proyek tersebut merupakan strategi soft power untuk memperkuat citra Maroko di tingkat internasional, menarik investasi asing, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi. Bahkan, ada yang membandingkan ambisi tersebut dengan transformasi yang dialami Barcelona setelah menjadi tuan rumah Olimpiade 1992.

Namun, proyek besar itu tidak lepas dari kritik. Pada akhir 2025, sejumlah kelompok masyarakat menggelar demonstrasi karena menilai anggaran pembangunan stadion seharusnya lebih diprioritaskan untuk sektor pendidikan, kesehatan, dan penanganan krisis air yang masih melanda beberapa wilayah negara tersebut.

Karena itu, banyak pengamat menilai keberhasilan Piala Dunia 2030 nantinya tidak hanya diukur dari megahnya stadion atau suksesnya penyelenggaraan pertandingan, tetapi juga dari sejauh mana manfaat ekonomi dan sosial benar-benar dirasakan masyarakat setelah turnamen berakhir.

Setelah Piala Dunia 2030, tongkat estafet akan berpindah ke Arab Saudi yang telah ditetapkan FIFA sebagai tuan rumah Piala Dunia 2034. Negara tersebut menjadi satu-satunya kandidat yang melanjutkan proses pencalonan setelah Australia mengundurkan diri. Hingga kini, FIFA masih belum mengumumkan jadwal resmi pelaksanaan turnamen tersebut.


Topik

Olahraga piala dunia piala dunia 2030 fifa konsep piala dunia 2030



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jember Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Dede Nana

Olahraga

Artikel terkait di Olahraga