Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Kampus di Malang Ubah Mindset Warga, Tutup Botol Disulap Bernilai Ekonomi Tinggi dan Kurangi Sampah Plastik

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Yunan Helmy

14 - Jun - 2026, 11:01

Placeholder
Plh Kepala DLH Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang (tengah) saat melihat hasil produk warga yang bernilai ekonomis. (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

 

 

JATIMTIMES - Persoalan sampah plastik yang selama ini menjadi tantangan di Kota Malang mulai dijawab melalui inovasi pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomi. Program yang dikembangkan Universitas Bina Nusantara (BINUS) Malang bersama masyarakat di Kelurahan Gadingkasri, Kecamatan Klojen, berhasil mengubah tutup botol plastik bekas menjadi berbagai produk kreatif dengan nilai jual lebih tinggi.

Tak sekadar mengurangi timbunan sampah, program tersebut juga mendorong lahirnya peluang usaha baru bagi warga melalui pendekatan desain, inovasi, dan kewirausahaan.

Baca Juga : Rasulullah SAW Sebut Satu Sikap yang Membuat Allah dan Manusia Mencintaimu

Student Development Associate Manager BINUS Malang Yoseph Benny Kusuma mengatakan, pendampingan dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai program studi agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas sekaligus daya saing di pasaran.

“Program Studi Desain Interior itu yang berfokus untuk mendesain produknya. Kemudian untuk melihat nilai jualnya seperti apa, kami mengundang dosen-dosen dari kewirausahaan. Sehingga produk yang dibuat itu bukan hanya bagus, tapi juga bisa menguntungkan,” ujar Benny.

Selain aspek desain dan bisnis, setiap produk juga dibekali nilai cerita yang menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen. “Semua produk-produk ini punya cerita. Jadi, orang membeli bukan karena fungsinya, tapi karena ceritanya. Mereka menjadi bagian dari perubahan, menjadi orang yang peduli terhadap lingkungan,” katanya.

Menurut Benny, program tersebut lahir dari kolaborasi lintas disiplin ilmu yang mendorong mahasiswa terlibat langsung dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat, termasuk persoalan sampah yang masih menjadi perhatian di Kota Malang.

“Masalah sampah di Malang itu juga banyak sekali. Upaya kami supaya memudahkan, dari awal itu kami sudah bisa pilah terlebih dahulu. Tetapi tidak hanya dipilah kemudian dijual begitu saja, karena harganya tentu akan murah,” ungkapnya.

Melalui pengolahan dan desain yang tepat, limbah plastik yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini mampu menghasilkan produk dengan harga jual jauh lebih tinggi.

“Harapan kami dengan Gadingkasri ini menjadi starter awal bahwa tutup botol yang tadinya dinilai tidak bermakna, dengan pengelolaan yang baik ternyata bisa menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi,” ucapnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang menilai program tersebut sejalan dengan konsep pengelolaan sampah 3R yang selama ini diterapkan pemerintah.

“Salah satu program pemerintah dalam pengelolaan sampah adalah 3R, yaitu reduce, reuse, recycle. Nah, yang dilakukan saat ini adalah recycle, bagaimana sampah bisa menjadi sesuatu yang berguna dan dapat dijual kembali,” kata Raymond. 

Ia menjelaskan, Kota Malang saat ini memiliki sekitar 400 bank sampah. Namun sebagian besar masih menjual sampah dalam bentuk bahan mentah. Inovasi pengolahan tutup botol menjadi produk jadi dinilai mampu meningkatkan nilai tambah sekaligus pendapatan masyarakat.

Baca Juga : Kalender Jawa Weton Minggu 14 Juni 2026: Bijak saat Kelola Uang 

“Di Kota Malang hari ini sudah ada 400 bank sampah. Selama ini mereka menjual tutup botol, botol plastik, dan kresek dalam bentuk mentah. Hari ini ada inovasi bagaimana tutup botol ini tidak dijual dalam bentuk tutup, tetapi dalam bentuk barang yang lebih mahal harganya,” ujarnya.

Melihat potensi tersebut, DLH Kota Malang berencana memperluas penerapan inovasi yang dikembangkan BINUS Malang ke berbagai wilayah lain sebagai model percontohan pengelolaan sampah berbasis ekonomi kreatif.

“Bukan hanya masyarakat di Gadingkasri. Nanti pemerintah akan memperkenalkan teknologi dan inovasi yang diperoleh dari BINUS ini kepada kelurahan-kelurahan lain sebagai percontohan,” pungkasnya.

Perubahan positif juga dirasakan warga setempat. Yudi, warga RW 02 Kelurahan Gadingkasri, mengaku kesadaran masyarakat dalam memilah dan memanfaatkan sampah meningkat signifikan setelah adanya pendampingan program tersebut.

"Biasanya di warga kami itu membuang sampah sembarangan, khususnya tutup botol dan botolnya. Itu biasa di tempat sampah kami temukan. Terus setelah ada pendampingan dari Binus di wilayah kami, saat ini mungkin kalau kunjung ke kelompok kami, sulit sekali menemukan tutup botol. Kenapa? Ini masyarakat sudah mulai sadar," kata Yudi. 

Ia menilai kehadiran program tersebut berhasil mengubah pola pikir warga terhadap sampah yang selama ini dianggap tidak berguna. "Ternyata selama ini yang kita anggap sampah tidak berguna, kalau kita olah, kita daur ulang, bisa menghasilkan hasil karya yang sungguh luar biasa. Artinya, Binus hadir sudah bisa mengubah dari pola pikir masyarakat, dari kebiasaan masyarakat yang kurang baik berubah ke arah yang lebih baik," kata Yudi. 

Tak hanya berdampak pada lingkungan, produk hasil daur ulang juga membuka peluang ekonomi baru karena nilai jualnya meningkat berkali-kali lipat dibandingkan saat dijual sebagai sampah mentah.

"Terus terang dengan yang saya sampaikan tadi, dari 2.000 menjadi 15.000, itu secara logika sudah untung sekali kalau kita bikin karya seperti ini. Jelas ini akan membuka peluang secara ekonomi bagi warga kami khususnya, sehingga ke depan ini harapan kami, inovasi seperti ini bisa berkembang dan bisa meningkatkan taraf hidup di warga kami di RW 02," tukas Yudi. 

 


Topik

Pendidikan Universitas BINUS botol plastik sampah plastik kreasi DLH Kota Malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jember Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Yunan Helmy

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan