Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Kisah Tali Zainab di Masjid, Pesan Nabi tentang Bahaya Berlebihan dalam Ibadah

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

20 - May - 2026, 09:42

Placeholder
Ilustrasi saat Rasulullah memberikan nasihat kepada para umatnya (ist)

JATIMTIMES - Menjelang puncak ibadah haji 2026, pesan Rasulullah SAW tentang pentingnya menjaga keseimbangan dalam beribadah kembali relevan untuk direnungkan umat Islam. Di tengah semangat menjalankan ibadah secara maksimal, Nabi Muhammad SAW justru memberi peringatan keras agar umatnya tidak terjebak dalam sikap berlebihan yang dapat memberatkan diri sendiri.

Pesan itu tergambar dalam sebuah peristiwa sederhana di dalam masjid. Suatu hari, Rasulullah SAW masuk ke masjid dan melihat seutas tali terbentang di antara dua tiang. Beliau lalu bertanya kepada para sahabat, “Tali apa ini?”

Baca Juga : Bukan Cuma Kurban, Ini 5 Tradisi Iduladha Paling Unik di Berbagai Negara

Seorang sahabat menjawab bahwa tali tersebut milik Zainab. Tali itu digunakan untuk berpegangan ketika dirinya merasa lelah saat menjalankan shalat malam agar tetap bisa berdiri dan melanjutkan ibadah.

Mendengar hal itu, Rasulullah SAW langsung meminta tali tersebut dilepas. Beliau bersabda, “Lepaskan tali itu. Hendaknya kalian shalat dalam keadaan baik, dan jika lelah maka tidurlah.”

Kisah tersebut menjadi gambaran jelas bahwa Islam tidak mengajarkan ibadah dengan cara memaksa diri hingga melampaui batas kemampuan tubuh. Rasulullah SAW justru menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara ibadah dan kebutuhan fisik manusia.

Peringatan Nabi tentang bahaya sikap berlebihan dalam agama juga terlihat dalam kisah tiga orang lelaki yang ingin meningkatkan ibadah mereka melebihi kebiasaan Rasulullah SAW. Setelah mendengar penjelasan tentang amalan harian Nabi, mereka merasa ibadah tersebut masih kurang.

Salah seorang dari mereka bertekad shalat malam tanpa tidur seumur hidup. Orang kedua ingin berpuasa setiap hari tanpa jeda. Sedangkan orang ketiga memilih tidak menikah demi fokus penuh beribadah.

Ketika mendengar ucapan itu, Rasulullah SAW menegur mereka dengan tegas. Beliau bersabda, “Demi Allah, aku adalah insan yang lebih takut dan lebih bertakwa kepada Allah daripada kalian. Aku berpuasa tetapi juga berbuka. Aku mendirikan shalat malam tetapi aku juga tidur, dan aku pun menikah. Maka siapa pun yang membenci sunnahku, ia bukan dari umatku.”

Hadis tersebut memperlihatkan bahwa ukuran ketakwaan dalam Islam bukan terletak pada seberapa berat seseorang menyiksa dirinya dalam ibadah, melainkan bagaimana menjalankan ajaran agama secara seimbang dan konsisten.

Baca Juga : Honor Guru PAUD di Kabupaten Malang Tersisa Rp 250 Ribu, Insentif Merosot 50 Persen Terdampak Efisiensi

Dalam hadis lain riwayat Imam Bukhari, Rasulullah SAW juga mengingatkan, “Sungguh agama ini mudah. Tidaklah seseorang mempersulit agama kecuali agama itu akan mengalahkannya.”

Pesan tentang moderasi itu semakin penting di tengah pelaksanaan ibadah haji 2026. Pemerintah Arab Saudi kini memperketat pengawasan terhadap praktik haji ilegal dan menjatuhkan sanksi kepada pihak-pihak yang terlibat. Polisi juga menggagalkan keberangkatan 32 calon jamaah haji ilegal yang berkedok perjalanan wisata ke China.

Selain itu, jamaah diingatkan menjaga ketertiban selama fase Armuzna agar ibadah berjalan lancar. Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo bahkan mengimbau jamaah tidak sibuk bermain telepon genggam saat wukuf di Arafah karena dikhawatirkan mengurangi kekhusyukan ibadah.

Islam sendiri menempatkan umatnya sebagai “ummatan wasathan” atau umat pertengahan sebagaimana termaktub dalam Alquran Surah Al-Baqarah ayat 143. Konsep ini menegaskan bahwa seorang Muslim harus mampu menjaga keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat, antara semangat ibadah dan kemampuan diri.

Sementara itu, artikel ini diolah dari berbagai literasi Islam klasik, di antaranya Sahih al-Bukhari, Sahih Muslim, Riyadhus Shalihin, Tafsir Ibnu Katsir, serta pemikiran moderasi Islam dalam Majmu' al-Fatawa yang membahas larangan sikap berlebihan dalam menjalankan ibadah dan pentingnya keseimbangan dalam beragama.


Topik

Pendidikan Rasulullah ibadah ibadah haji tali zainab



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jember Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan