Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

BMKG Ungkap Daerah yang Masih Berpotensi Hujan Lebat di Tengah Cuaca Terik Mei 2026

Penulis : Mutmainah J - Editor : Yunan Helmy

14 - May - 2026, 12:34

Placeholder
Ilustrasi hujan. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Meski cuaca panas dan terik masih terasa di banyak daerah pada siang hari, potensi hujan lebat ternyata masih mengintai sejumlah wilayah di Indonesia dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi di berbagai daerah selama pertengahan Mei 2026.

Kondisi cuaca panas yang terjadi belakangan ini justru dapat memicu pertumbuhan awan hujan, terutama pada sore hingga malam hari. Fenomena tersebut dipengaruhi tingginya kandungan uap air di atmosfer serta sejumlah gangguan cuaca yang masih aktif di wilayah Indonesia.

Baca Juga : Kisah di Balik Tradisi Mencium Roti oleh Masyarakat Mesir

BMKG menjelaskan, saat ini beberapa wilayah Indonesia memang mulai memasuki masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau. Berkurangnya tutupan awan membuat radiasi Matahari lebih maksimal mencapai permukaan Bumi sehingga suhu udara terasa lebih panas.

Berdasarkan catatan BMKG pada periode 7-10 Mei 2026, suhu maksimum lebih dari 35 hingga 36,5 derajat Celcius masih terpantau di sejumlah daerah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, hingga Papua Barat.

Namun di waktu yang sama, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat juga masih terjadi di beberapa wilayah. Curah hujan tinggi tercatat di Sulawesi Tenggara mencapai 146 mm per hari, Papua Tengah 143,2 mm per hari, Riau 86,3 mm per hari, serta Kalimantan Barat, Maluku, Maluku Utara, Sumatera Utara, dan Aceh.

BMKG menyebut kondisi tersebut dipengaruhi oleh aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, serta Mixed Rossby-Gravity (MRG) yang aktif secara bersamaan di Indonesia. Selain itu, keberadaan Ex-Siklon Tropis Hagupit di utara Papua turut meningkatkan potensi pembentukan awan hujan, terutama di wilayah Indonesia bagian timur.

Dalam beberapa hari ke depan, monsun Australia yang membawa massa udara lebih kering diprediksi mulai menguat. Kondisi ini menjadi tanda awal sebagian wilayah Indonesia mulai bergerak menuju musim kemarau. Meski demikian, penguatan angin timuran diperkirakan tidak berlangsung lama dan berpotensi kembali melemah, sehingga uap air di wilayah selatan Indonesia bisa meningkat lagi.

BMKG juga memperkirakan sejumlah fenomena atmosfer masih aktif selama sepekan ke depan. MJO diprediksi berada di fase 3 atau wilayah Samudra Hindia dan memengaruhi sebagian besar wilayah Indonesia. Sementara itu, Gelombang Kelvin diprakirakan aktif di Pulau Jawa, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, hingga Laut Banda dan Laut Arafuru.

Di sisi lain, Gelombang Rossby Ekuatorial diprediksi aktif di Kalimantan Utara, Laut Sulawesi, Sulawesi Selatan, Laut Flores, hingga Nusa Tenggara Timur. Kondisi tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di daerah-daerah terdampak.

BMKG juga menyebut intensitas Ex-Siklon Tropis Hagupit diperkirakan terus melemah dan bergerak menjauhi Indonesia. Namun sistem tersebut masih memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di perairan utara Maluku Utara hingga Papua yang berpotensi memicu hujan.

Berikut daftar wilayah yang diprediksi berpotensi mengalami hujan lebat dalam sepekan ke depan:

Periode 12-14 Mei 2026

• Sumatera Utara

• Sumatera Barat

• Kepulauan Bangka Belitung

• Sulawesi Tengah

• Sulawesi Barat

• Sulawesi Selatan

• Maluku Utara

• Maluku

Periode 15-18 Mei 2026

• Kepulauan Bangka Belitung

• Jawa Barat

• Jawa Tengah

• Jawa Timur

• Sulawesi Barat

• Sulawesi Selatan

• Papua Tengah

Masyarakat di wilayah yang berpotensi diguyur hujan lebat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem seperti petir, angin kencang, banjir lokal, hingga pohon tumbang, terutama saat hujan turun pada sore dan malam hari.


Topik

Peristiwa Hujan terik BMKG



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jember Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy