Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Pengabdian Dosen UB di SMA Darul Mukhlashin Buka Akses Pembelajaran Biologi Modern

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : A Yahya

10 - Apr - 2026, 15:08

Placeholder
Kegiatan pengabdian tim Dosen FMIPA UB di SMA Darul Mukhlashin, Probolinggo (ist)

JATIMTIMES - Pembelajaran biologi di tingkat sekolah menengah masih dihadapkan pada persoalan mendasar, yakni keterbatasan fasilitas praktikum dan minimnya akses terhadap teknologi pendukung. Dampaknya, sejumlah materi yang seharusnya dipahami melalui pengamatan langsung justru berhenti pada penjelasan teoritis di dalam kelas.

Kondisi ini tampak di SMA Darul Mukhlashin, Probolinggo. Keterbatasan alat laboratorium membuat siswa jarang bersentuhan dengan praktik pembuatan preparat maupun pengamatan mikroskopis. Padahal, pemahaman tentang sel, jaringan, hingga materi genetik membutuhkan pengalaman visual dan eksperimen agar tidak sekadar menjadi hafalan.

1

Upaya menjembatani kesenjangan tersebut dilakukan tim dosen Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya (FMIPA UB). Mereka membawa pendekatan pembelajaran yang lebih aplikatif dengan memperkenalkan teknik preparasi sel dan jaringan, sekaligus membuka akses awal terhadap bioinformatika.

Baca Juga : Longsor Terjang Payung 3, Tebing 12 Meter Ambrol Sempat Tutup Badan Jalan Jalur Batu-Malang

Dalam kegiatan yang berlangsung 6 April 2026 tersebut, siswa diajak memahami bagaimana preparat mikroskopis dibuat, mulai dari proses awal hingga siap diamati. Proses ini memberi gambaran konkret tentang struktur biologis yang sebelumnya hanya mereka pelajari melalui buku. Di sisi lain, pengenalan bioinformatika menjadi pintu masuk bagi siswa untuk memahami bagaimana data biologis, seperti DNA, dapat dianalisis secara komputasional.

Ketua tim pengabdian, Eko Suyanto, menilai persoalan utama bukan pada minat belajar siswa, melainkan keterbatasan sarana dan paparan teknologi. “Selama ini siswa lebih banyak menerima konsep tanpa praktik yang memadai,” ujarnya. Ia menjelaskan, tanpa pengalaman langsung, materi biologi modern akan sulit dipahami secara utuh.

2

Menurutnya, perkembangan ilmu biologi saat ini tidak bisa dilepaskan dari teknologi, terutama dalam pengolahan data. “Analisis biologi sekarang berbasis data dan teknologi,” katanya. Karena itu, pengenalan bioinformatika dinilai penting untuk memberi gambaran awal tentang arah perkembangan ilmu.

Eko juga menekankan bahwa pengenalan ini bukan untuk membuat siswa langsung mahir, tetapi memberi fondasi pemahaman. “Paling tidak siswa mengenal konsep dan cara kerjanya,” ucapnya. Dengan begitu, siswa tidak asing ketika nantinya berhadapan dengan materi serupa di jenjang pendidikan lebih tinggi.

Pendampingan dalam kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari berbagai jenjang, mulai dari sarjana hingga doktoral. Pola ini dinilai efektif karena siswa dapat berinteraksi lebih dekat dan leluasa bertanya, terutama saat menghadapi praktik yang baru pertama kali mereka lakukan.

Dari sisi sekolah, keterbatasan fasilitas menjadi tantangan yang selama ini sulit diatasi. Kepala SMA Darul Mukhlashin, Nuril Laila, mengakui praktik biologi belum berjalan optimal. “Fasilitas kami masih terbatas,” katanya. Ia menyebut kegiatan semacam ini membantu menutup kekurangan tersebut, meski belum sepenuhnya menjadi solusi permanen.

Guru biologi, Driyana Rike Ahmadlia, melihat perubahan pada pola belajar siswa ketika praktik mulai diperkenalkan. “Siswa terlihat lebih terlibat saat praktik,” ujarnya. Ia menjelaskan, selama ini pembelajaran cenderung satu arah karena keterbatasan alat.

Baca Juga : Pendaftaran Jalur Mandiri Unair 2026 Dibuka, Ini Jadwal, Syarat, dan Cara Daftarnya

Ia juga menyoroti pentingnya pengenalan bioinformatika dalam konteks pembelajaran saat ini. “Selama ini siswa belum mengenal analisis data biologis,” katanya. Dengan adanya pengenalan tersebut, siswa mulai memahami bahwa biologi tidak hanya berkaitan dengan pengamatan, tetapi juga pengolahan data.

Menurutnya, pengalaman membuat preparat sendiri memberi dampak signifikan terhadap pemahaman siswa. “Mereka bisa melihat langsung objek yang dipelajari,” ucapnya. Hal ini berbeda dengan metode sebelumnya yang hanya mengandalkan gambar atau ilustrasi.

Selama kegiatan berlangsung, siswa tidak hanya mengikuti instruksi, tetapi juga mencoba mengakses data biologis dari basis data terbuka. Mereka dikenalkan pada cara sederhana mengambil dan membaca data tersebut sebagai bagian dari analisis awal. Pengalaman ini menjadi hal baru yang sebelumnya tidak pernah mereka dapatkan.

Keterlibatan aktif siswa dalam praktik menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis pengalaman masih menjadi kebutuhan utama dalam pendidikan sains. Tanpa dukungan fasilitas dan akses teknologi, materi biologi modern berisiko tetap berada di ranah abstrak.

Sebagai tindak lanjut, tim dosen menyerahkan perangkat pendukung berupa preparat awetan dan modul pembelajaran. Meski bersifat terbatas, langkah ini diharapkan dapat membantu sekolah dalam memperkaya metode pembelajaran ke depan.

 


Topik

Pendidikan Driyana Rike Ahmadlia Eko Suyanto FMIPA ubb biologi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jember Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

A Yahya