Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Olahraga

Dari Kaset Suporter Chile hingga Malang, Begini Lahirnya Chant Ayo Ayo Arema

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

24 - Mar - 2026, 10:06

Placeholder
Juan Rubio, salah satu legenda pemain asing Arema yang saat ini selalu dikenang Aremania (foto: istimewa)

JATIMTIMES - Teriakan “Ayo… ayo… Arema…” yang menggema di tribun stadion sudah menjadi identitas kuat suporter Arema. Chant tersebut hampir selalu dinyanyikan oleh Aremania setiap kali tim berjuluk Singo Edan itu bertanding.

Namun tak banyak yang mengetahui, chant legendaris itu ternyata memiliki sejarah panjang yang bahkan berawal dari Amerika Latin.

Baca Juga : UMKM Keju Mozzarella di Kota Batu Produksi Ratusan Kilogram, Dipasarkan hingga Bali

Chant “Ayo Ayo Arema” sebenarnya merupakan adaptasi dari lagu suporter klub Chile, Universidad de Chile. Dalam versi aslinya, suporter klub tersebut menyanyikan chant “Vamos Vamos Leones” yang berarti “Ayo Ayo Singa”. 

Chant itu kemudian dikenal luas di kalangan suporter sepak bola Amerika Latin dan digunakan untuk menyemangati tim ketika bertanding.

Di Malang, chant tersebut mulai dikenal sekitar akhir 1990-an hingga awal 2000-an. Sosok yang pertama kali membawa chant tersebut ke lingkungan Arema adalah mantan pemain asing Arema asal Chile, Juan Rubio. 

Saat memperkuat Arema pada periode 1996-1998 dan 1999-2000, Rubio memperlihatkan rekaman aksi suporter klub di Chile kepada komunitas Aremania. Dari situlah ide untuk mengadopsi chant tersebut mulai muncul.

Chant itu kemudian diterjemahkan dan diadaptasi menjadi versi lokal oleh istri Juan Rubio, Artete Rubio. Liriknya diubah agar lebih sesuai dengan dukungan kepada Arema. 

Versi yang kemudian populer di tribun berbunyi:
“Ayo ayo Arema… Sore ini kita harus menang…”
Lirik sederhana tersebut membuat chant ini mudah diikuti ribuan suporter di stadion.

Tak lama kemudian, chant ini mulai dinyanyikan secara massal di tribun stadion ketika Arema bertanding di Stadion Kanjuruhan maupun di Stadion Gajayana.

Baca Juga : Kekalahan Paling Memalukan Arema dalam Sejarah Singo Edan

Seiring waktu, chant “Ayo Ayo Arema” tidak hanya menjadi lagu dukungan khas Aremania. Chant tersebut bahkan menyebar luas dan diadopsi oleh banyak suporter klub di Indonesia.

Di level nasional, chant itu juga pernah diadaptasi menjadi “Ayo Ayo Garuda” untuk mendukung Tim Nasional Sepak Bola Indonesia dalam berbagai pertandingan internasional. Fenomena ini menunjukkan besarnya pengaruh kreativitas Aremania dalam budaya suporter sepak bola Indonesia.

Dalam kultur suporter, chant bukan sekadar nyanyian. Chant adalah energi yang menyatukan ribuan orang di tribun untuk memberi semangat kepada pemain di lapangan. 

Bagi Aremania, “Ayo Ayo Arema” menjadi salah satu chant paling ikonik. Lagu ini biasanya dinyanyikan saat pertandingan sedang memanas atau ketika Arema membutuhkan dukungan tambahan dari tribun.

Hingga kini, meski banyak chant baru bermunculan, nyanyian sederhana itu tetap bertahan sebagai bagian dari identitas suporter Arema. Dari tribun stadion di Malang, suara “Ayo… ayo… Arema…” terus menggema, menjadi simbol loyalitas Aremania yang selalu berdiri di belakang tim Singo Edan.


Topik

Olahraga Arema aremania Suporter Chile Malang Chant Ayo Ayo Arema



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jember Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Sri Kurnia Mahiruni