Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Monsun Asia Menguat di Awal Ramadan 2026, Waspada Hujan Lebat hingga 21 Februari

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

20 - Feb - 2026, 12:43

Placeholder
Ilustrasi cuaca ekstrem akibat angin monsun. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Awal Ramadan 2026 diwarnai kabar penting soal cuaca. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diperkirakan terjadi sampai 21 Februari 2026.

Penguatan angin monsun Asia menjadi salah satu faktor utama di balik meningkatnya curah hujan di berbagai wilayah Indonesia. Kondisi ini tidak hanya memicu hujan deras, tetapi juga bisa disertai angin kencang, petir, hingga risiko banjir dan tanah longsor, terutama di daerah rawan bencana.

Baca Juga : Pelaku Pemerasan Modus Ajak Korban Nonton Bantengan Ditangkap, 2 Pelaku Masih Buron

Lalu, apa sebenarnya monsun Asia dan mengapa dampaknya begitu besar bagi cuaca di Tanah Air?

Memahami Apa Itu Angin Monsun

Dilansir dari laman resmi BMKG, angin monsun merupakan angin musiman yang berubah arah secara berkala setiap enam bulan. Perubahan arah ini terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara antara daratan dan lautan, yang dipengaruhi oleh pergerakan semu matahari.

Ketika suatu wilayah daratan mengalami suhu lebih rendah, tekanan udara di wilayah tersebut menjadi tinggi. Sebaliknya, wilayah yang lebih panas membentuk tekanan udara rendah. Udara secara alami bergerak dari tekanan tinggi menuju tekanan rendah, dan pergerakan inilah yang menciptakan pola angin monsun.

Indonesia berada di antara dua benua dan dua samudra, sehingga sangat dipengaruhi oleh sistem monsun Asia Timur dan Asia Tenggara. Letak geografis ini membuat perubahan arah angin musiman berdampak langsung terhadap pergantian musim hujan dan kemarau.

Jenis-Jenis Monsun yang Mempengaruhi Indonesia

Sepanjang tahun, Indonesia mengalami beberapa pola angin monsun yang berbeda. Masing-masing membawa karakter cuaca yang khas.

1. Monsun Barat (Monsun Asia)

Monsun barat bertiup dari kawasan Asia menuju Australia dan biasanya terjadi pada Desember hingga Februari. Angin ini menjadi penyebab utama musim hujan di Indonesia.

Saat bergerak menuju selatan, angin ini melintasi perairan luas seperti Samudra Hindia dan Laut Cina Selatan. Dalam perjalanannya, angin menyerap banyak uap air. Ketika massa udara lembap tersebut mencapai wilayah Indonesia yang hangat, terbentuklah awan-awan hujan dalam jumlah besar.

Wilayah seperti Sumatera, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara umumnya merasakan peningkatan curah hujan ketika monsun barat menguat.

2. Monsun Timur

Berbeda dengan monsun barat, monsun timur bertiup dari Australia menuju Asia dan terjadi sekitar Juni hingga Agustus.

Karena berasal dari daratan Australia yang cenderung kering, angin ini membawa sedikit uap air. Dampaknya, sebagian besar wilayah Indonesia mengalami musim kemarau dengan curah hujan yang jauh lebih rendah.

3. Monsun Timur Laut dan Barat Daya

Selain dua pola utama tersebut, beberapa wilayah Indonesia juga dipengaruhi monsun timur laut dan barat daya. Pola ini biasanya dirasakan di bagian utara Indonesia, tergantung pada musim di belahan bumi utara.

Meski tidak selalu berdampak sebesar monsun barat, perubahan pola ini tetap memengaruhi distribusi hujan di sejumlah daerah.

Mengapa Monsun Asia Memicu Hujan Lebat?

Pada periode akhir dan awal tahun, posisi matahari berada di belahan bumi selatan. Kondisi ini membuat Australia mengalami pemanasan lebih kuat sehingga terbentuk tekanan udara rendah.

Sebaliknya, sebagian wilayah Asia berada dalam kondisi lebih dingin dan membentuk tekanan udara tinggi. Perbedaan tekanan ini menyebabkan angin bergerak dari Asia menuju Australia, melintasi Indonesia.

Karena melewati perairan tropis yang luas, angin tersebut membawa kandungan uap air tinggi. Ketika bertemu dengan suhu hangat dan kondisi atmosfer yang mendukung di Indonesia, uap air itu dengan cepat berkembang menjadi awan hujan tebal.

Baca Juga : Relawan Nusantara Salurkan Sedekah Makanan Hasil Fidyah di Bulan Ramadan 1447 H

Inilah sebabnya saat monsun Asia menguat, hujan bisa turun dengan intensitas tinggi dan merata di berbagai wilayah. Dalam kondisi tertentu, hujan dapat berlangsung cukup lama dan meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi.

Dampak yang Perlu Diwaspadai

Penguatan monsun Asia bukan sekadar soal hujan biasa. Beberapa dampak yang perlu diantisipasi antara lain:

• Genangan dan banjir di wilayah perkotaan

• Tanah longsor di daerah perbukitan

• Pohon tumbang akibat angin kencang

• Gangguan transportasi darat, laut, dan udara

Masyarakat yang tinggal di daerah rawan diimbau untuk lebih waspada, terutama saat curah hujan tinggi terjadi secara berturut-turut.

Tips Menghadapi Cuaca Ekstrem di Musim Hujan

Agar tetap aman dan nyaman beraktivitas di tengah musim hujan, beberapa langkah sederhana bisa dilakukan:

- Memantau informasi prakiraan cuaca terbaru

- Membersihkan saluran air di sekitar rumah

- Menghindari berteduh di bawah pohon saat hujan disertai petir

- Menyiapkan perlengkapan darurat jika tinggal di wilayah rawan banjir

Di momen Ramadan, aktivitas seperti berburu takjil atau berangkat tarawih sebaiknya juga mempertimbangkan kondisi cuaca. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama.

Menguatnya monsun Asia di awal Ramadan 2026 menjadi faktor utama meningkatnya curah hujan hingga 21 Februari mendatang. Fenomena ini merupakan bagian dari siklus angin musiman yang memang rutin terjadi setiap tahun, namun dampaknya bisa berbeda tergantung kondisi atmosfer saat itu.

Dengan memahami cara kerja angin monsun dan dampaknya terhadap cuaca, masyarakat dapat lebih siap menghadapi potensi hujan lebat dan risiko bencana yang menyertainya. Tetap waspada, perbarui informasi cuaca secara berkala, dan utamakan keselamatan dalam setiap aktivitas.


Topik

Peristiwa Bmkg angin monnsun apa monsun



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jember Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa