JATIMTIMES – Pascakecelakaan beruntun truk maut rem blong di Jalan Pattimura Kota Batu, empat korban luka mendapat penanganan medis oleh tim dokter RS Bhayangkara TK III Hasta Brata Batu. Hingga Jumat (20/2/2026), pihak rumah sakit mengonfirmasi perkembangan positif. Sejumlah korban diperbolehkan pulang, sementara lainnya masih perawatan hingga masuk ke meja operasi.
Kasubbid Yanmeddokpol RS Bhayangkara Hasta Brata drnAulia Dewi Kusumawati menjelaskan bahwa dari total lima pasien yang masuk, dua di antaranya sudah diperbolehkan pulang. Mereka adalah Frans Ricardo Pakpahan (25) dan Syafa Adinda (6) yang sebelumnya masuk dalam kategori luka ringan.
"Dua pasien kategori luka ringan sudah kami izinkan pulang semalam setelah melalui prosedur triase dan pemantauan di IGD. Namun, kami tetap memberikan edukasi kepada keluarga untuk segera kembali jika muncul keluhan mendadak selama masa pemulihan di rumah," ujar Aulia.
Sementara itu, dua pasien lainnya hingga kini masih memerlukan perawatan intensif di bawah pengawasan dokter spesialis. Salah satunya adalah Zezen Ardianto (42), yang terpaksa harus masuk ke ruang operasi akibat luka robek cukup lebar di bagian kepala. Tindakan pembedahan dilakukan segera guna mencegah infeksi dan komplikasi serius.
Kondisi berbeda dialami oleh Lilik Yuliani (42). Pasien wanita ini menjadi perhatian khusus tim medis karena sempat mengalami insiden traumatis terlempar keluar dari kabin mobil saat tabrakan terjadi. Benturan keras tersebut sempat membuat kesadarannya menurun saat pertama tiba di rumah sakit.
Beruntung, hasil observasi ketat dari dokter spesialis bedah saraf membawa kabar melegakan. Berdasarkan hasil pemindaian CT scan, tim medis tidak menemukan adanya luka dalam maupun perdarahan pada area otak. Hasil rontgen bagian dada dan leher pun menunjukkan kondisi normal tanpa patah tulang.
"Hasil CT scan kepala Nyonya L cukup melegakan, tidak ditemukan perdarahan otak. Meski begitu, pasien masih diobservasi ketat setara perawatan high care untuk memastikan fungsi motorik dan sensoriknya benar-benar pulih sebelum diizinkan rawat jalan," tambah dr Aulia.
Baca Juga : Wabup Ulfiyah Pastikan Korban Ledakan Petasan di Sumberanyar Ditanggung Pemkab Situbondo
Di sisi lain, kepastian mengenai jaminan biaya pengobatan ditegaskan kembali oleh Wali Kota Batu Nurochman. Saat mengunjungi para korban, pria yang akrab disapa Cak Nur ini menjamin bahwa seluruh beban biaya perawatan medis telah ditanggung sepenuhnya melalui skema bantuan pemerintah dan asuransi. Terutama bagi keluarga almarhum Iwan Kurniawan, warga Desa Tlekung yang meninggal dunia dalam insiden tersebut. Sebagai perangkat lingkungan (ketua RT), hak-hak almarhum telah terproteksi dalam program perlindungan sosial.
"Kami memastikan seluruh biaya pengobatan dan santunan kematian telah diatur. Almarhum akan mendapatkan haknya melalui BPJS serta santunan dari Jasa Raharja. Tidak ada beban biaya bagi keluarga yang ditinggalkan maupun korban luka," ungkap Cak Nur.
