JATIMTIMES – Polres Kediri mencatat lompatan signifikan dalam pelaksanaan Operasi (Ops) Keselamatan Semeru 2026. Hingga hari ke-14 operasi, intensitas kegiatan preventif dan edukasi masyarakat dilaporkan meningkat hingga ribuan persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kasat Lantas Polres Kediri, AKP Mega Satriatama, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan strategi utama untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas dengan cara membangun kesadaran dari hulu.
Baca Juga : Ribuan Orang Padati Pasar Takjil Ketawanggede, Dari Lapak Buka Puasa Menggerakkan Ruang Ekonomi Rakyat
Berdasarkan data yang dirilis pada Kamis (19/2/2026), jumlah kegiatan preventif pada Ops Keselamatan Semeru 2026 mencapai 5.088 kegiatan. Angka ini berbanding terbalik dengan tahun 2025 yang hanya mencatat belasan kegiatan pada periode yang sama.
"Pada tahun 2026 ini, operasi keselamatan melalui kegiatan preventif meningkat drastis. Hal ini dilakukan demi meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih tertib berlalu lintas," ujar AKP Mega.
Secara rinci, sasaran kegiatan preventif tahun ini meliputi, Terhadap orang: 2.940 kali (penyuluhan di sekolah, kampus, dan perkantoran), terhadap jalan & lingkungan: 1.705 kali (pemetaan daerah rawan laka dan macet) dan Terhadap kendaraan: 443 kali (safety check dan edukasi kelaikan).
Beberapa program unggulan yang dijalankan antara lain Police Goes To School, pembinaan komunitas sopir angkutan, serta penyebaran ribuan brosur dan stiker keselamatan di ruang publik.
Dalam aspek penindakan, Polres Kediri mencatat total 10.176 perkara, naik signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya 1.312 perkara. Namun, menariknya, mayoritas penindakan tahun ini bersifat pembinaan.
Tercatat sebanyak 10.172 perkara berupa teguran simpatik, sementara penindakan melalui sistem ETLE (tilang elektronik) hanya berjumlah 4 perkara. Hal ini menegaskan komitmen kepolisian untuk lebih mengedepankan pendekatan humanis daripada sanksi hukum yang kaku.
Baca Juga : Kemiskinan Turun tapi Garis Kemiskinan Naik: Tekanan Daya Beli Masih Terasa di Jatim
"Kami lebih mengedepankan edukasi dan pembinaan agar tumbuh kesadaran mandiri di masyarakat," tegas AKP Mega.
Meski kegiatan preventif naik tajam, angka kecelakaan lalu lintas tercatat mengalami sedikit kenaikan, yakni 2 perkara dengan 3 korban luka ringan (dibandingkan 1 perkara pada tahun 2025). Pihak kepolisian menilai angka ini masih dalam kategori terkendali dan terus dilakukan evaluasi di titik-titik rawan.
Lebih lanjut, AKP Mega menjelaskan bahwa Ops Keselamatan Semeru 2026 ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari persiapan matang menyambut arus mudik.
“Operasi ini menjadi momentum untuk memetakan potensi kerawanan menjelang Operasi Ketupat Semeru 2026 dalam rangka pengamanan Idul Fitri mendatang,” pungkasnya.
