06/12/2022 Didampingi Tim LP2M Unej, Warga Desa di Jember Bisa Sulap Bambu Jadi Sedotan Ramah Lingkungan | Jember TIMES

Didampingi Tim LP2M Unej, Warga Desa di Jember Bisa Sulap Bambu Jadi Sedotan Ramah Lingkungan

Nov 23, 2022 18:30
Sodikin warga Sucopangepok saat menunjukkan sedotan dari bambu (foto : istimewa / Jember TIMES)
Sodikin warga Sucopangepok saat menunjukkan sedotan dari bambu (foto : istimewa / Jember TIMES)

Pewarta: Moh. Ali Mahrus | Editor: Nurlayla Ratri

JATIMTIMES – Banyak orang yang tahu, bahwa tanaman bambu selama ini selain sebagai pelengkap bahan bangunan, serta sujen untuk tusuk sate. Namun, bagaimana jika dari tanaman bambu orang bisa membuat sedotan untuk minuman?

Hal ini yang dilakukan oleh pemuda, ibu-ibu PKK dan juga warga di Desa Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk, Jember. Sebagai desa yang dikenal penghasil bambu berkualitas baik dan melimpah, membuat warga desanya mulai mencari terobosan-terobosan. 

Baca Juga : Booster Kedua Sudah Diperbolehkan Diberikan kepada Lansia oleh Kemenkes

Setelah bertemu dengan Tim dari Pengabdian Masyarakat Universitas Jember (Unej) yang diketuai oleh Nita Kuswardhani bersama dengan dosen dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) dan menggandeng beberapa mahasiswa program studi Teknologi Industri Pertanian untuk melakukan survei dan pengabdian.

 “Potensi bambu di desa kami cukup bagus, namun memang belum dimanfaatkan secara maksimal. Selama ini oleh kebanyakan warga hanya dimanfaatkan untuk bahan bangunan saja. Beruntung ada tim dari Unej yang membantu ide kepada kami untuk membuat sedotan dari bambu,” ujar Sodikin, warga setempat pada Rabu (23/11/2022).

Sodikin sempat bingung dengan ide yang digagas oleh Tim dari Pengabdian Masyarakat, dosen dan mahasiswa FTP saat itu. Namun setelah mendapat penjelasan dan pelatihan, dirinya bersama warga lainnya pun yakin.

Mereka merasa senang karena ada secercah harapan untuk mengembangkan usaha yang menurut warga sekitar baru, namun sangat potensial.

 Sodikin menceritakan, saat awal tim Unej melakukan survei tentang potensi desa bersama warga, dirinya bersama warga lainnya semakin yakin dengan potensi yang akan dihasilkan.

Terlebih tim dari Unej tidak hanya memberi pelatihan dalam membuat sedotan saja, tapi oleh tim juga dibekali berbagai pelatihan yang meliputi branding produk. Mulai dari logo dan kemasan, pelatihan pembuatan Bussiness Model Canvas (BMC) sampai pada pelatihan memberikan hiasan berupa ukiran pada sedotan yang terbuat dari bambu.

 “Program dari tim Universitas Jember sangat bagus, kami cukup terbantu atas bantuan yang telah diberikan. Adanya ide ini juga membuka pekerjaan baru di desa ini, selain materi pelatihan yang mudah, logo untuk branding yang dibuatkan oleh tim dari Unej juga mudah diingat oleh warga, dan sesuai dengan produk yang diajarkan,” ujar Sodikin.

 Yang membuat warga di Desa Sucopangepok lebih senang lagi, selain diberi pelatihan, juga mendapatkan hibah 2 alat pemotong dan ukir untuk sedotan dari Tim Pengabdian Masyarakat, dosen dan mahasiswa FTP Unej, sehingga warga bisa langsung melanjutkan usaha membuat sedotan selepas mendapat pelatihan.

Baca Juga : Tim Sepak Bola Jatim Lolos Semifinal Porwanas 2022

 Sementara Nita Kuswardhani selaku ketua Tim Pengabdian Masyarakat dalam kesempatan lain mengatakan, pelatihan yang diberikan kepada warga di Desa Sucopangepok, merupakan kegiatan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dilakukan guna mengaplikasikan ilmu yang didapat.

 Selain itu, tim nya melihat potensi pohon bambu yang melimpah di Desa Sucopangpok juga belum dimanfaatkan secara maksimal, sehingga pihaknya tergerak untuk membantu dalam memberikan solusi pemanfaatan potensi desa.

“Diskusi yang telah dilakukan bersama warga Desa Sucopangepok, kami mendapatkan solusi yang dapat mengatasi kurang maksimalnya pemanfaatan bambu di desa tersebut. Namun, kami akan memberikan pelatihan terlebih dahulu kepada warga desa, agar nantinya dalam pengolahan sedotan bambu yang akan dikelola masyarakat desa dapat dilakukan secara maksimal. Selain itu, kami juga memberikan bantuan berupa alat produksi sedotan bambu kedapa warga desa,” ujar Nita.

Nita berharap, apa yang sudah dilakukan oleh Tim Pengabdian Masyarakat Unej bersama dengan dosen dan mahasiswa FTP ini bisa memberikan manfaat kepada warga Desa Sucopangepok, dan bisa mengangkat perekonomian warganya.

“Mudah-mudahan apa yang sudah kami lakukan di Desa Sucopangepok bisa memberi manfaat dan membantu meningkatkan perekonomian warga dalam memaksimalkan potensi desa, terutama melimpahnya tanaman pohon bambu yang kami lihat berkualitas sangat baik,” pungkasnya. (*)

Judul berita Didampingi Tim LP2M Unej, Warga Desa di Jember Bisa Sulap Bambu Jadi Sedotan Ramah Lingkungan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Topik
Berita Jember pelatihan kerajinan berbahan kayu

Berita Lainnya