Hafid Pelaku Pembunuhan Janda di Mata Tetangganya, Dikenal Sosok yang Baik dan Suami Takut Istri | Jember TIMES

Hafid Pelaku Pembunuhan Janda di Mata Tetangganya, Dikenal Sosok yang Baik dan Suami Takut Istri

Jan 19, 2022 09:59
Hafid pelaku pembunuhan pasca dilumpuhkan warga (foto : istimewa / Jember TIMES)
Hafid pelaku pembunuhan pasca dilumpuhkan warga (foto : istimewa / Jember TIMES)

JATIMTIMES – Pelaku tunggal pembunuhan yang awalnya diduga sebagai kasus perampokan yang terjadi di Jember pada Selasa (18/1/2022) siang, Hafid Prasetyo Hadi (32), warga Dusun Krajan, Desa Bedadung Pakusari, Jember mengejutkan teman dan tetangganya. Bahkan, pelaku selama ini dikenal sebagai sosok yang baik dan tipe lelaki yang takut sama istri.

Hal ini disampaikan oleh Sarbini, Kepala Desa Bedadung, Kecamatan Pakusari, tempat di mana pelaku selama ini tinggal. “Tetangganya tidak menyangka jika Hafid adalah pelaku pembunuhan yang menghebohkan kemarin, sebab selama ini pelaku dikenal baik mas, sama istrinya juga takut, makanya kami kaget dan tidak percaya,” ujar Sarbini Kepala Desa Bedadung Pakusari Jember Rabu (19/1/2022).

Baca Juga : Untuk Kepentingan 2024, DPP Demokrat Tegaskan Musda Bukan Adu Suara dan Uang 

 

Menurut Sarbini, pelaku sebenarnya bukanlah warga asli Desa Bedadung. Pelaku merupakan warga asli Banyuwangi yang menikah dengan warga Mayang, dan 3  tahun lalu membeli rumah di desanya. “Selama tinggal di desa kami, yang bersangkutan sopan mas, kelakuannya juga baik dan banyak membantu tetangganya,” ujar Sarbini Rabu (19/1/2022).

Bahkan, pasca ditangkapnya pelaku usai membunuh korban, dirinya sempat menemui pelaku di Mapolres. Kepada dirinya pelaku mengaku, bahwa dirinya memang berniat meminjam uang kepada korban, karena selama ini korban sudah menjadi pelanggannya dalam membetulkan alat-alat listrik di rumahnya.

Menurut Sarbini, berdasarkan pengakuan dari Pelaku, bahwa saat itu pelaku berniat meminjam uang ke ibu korban yang bernama Sri Budi Asmara Rini (76) yang tidak lain ibu korban. Oleh ibu korban ia disuruh menunggu korban yang saat itu sedang mandi.

“Saat saya temui di Mapolres, pelaku mengaku jika ia gelap mata dikejar-kejar hutang oleh Bosnya, sehingga ketika melihat korban memegang uang banyak, ia berniat pinjam, kemudian oleh ibu korban disanggupi, cuma pelaku disuruh nunggu mbaknya (korban) yang masih mandi,” beber Sarbini menirukan pengakuan pelaku.

Namun pengakuan ini masih disangsikan oleh dirinya, sebab pelaku bukan termasuk orang yang tidak punya, pelaku dan istrinya sama-sama bekerja, bahkan dirumahnya juga ada mobil. “Saya juga enggak habis pikir, apa benar pengakuan pelaku itu, sebab saat saya ke rumahnya semalam, saya melihat ada mobil di rumahnya, dan kata tetangganya mobil itu milik Hafid,” jelasnya.

Namun, mengenai pengakuan pelaku yang ditagih hutang oleh bosnya, Sarbini juga tidak tahu. Karena pengakuannya, ia membeli rumah di desanya tersebut atas hasil dari hutang ke bosnya. Kemudian oleh bosnya Hafid ditagih dan jika tidak membayar, maka rumahnya akan disita.

Baca Juga : Ketua Demokrat Lumajang Yakin AHY Pilih Sosok Berpengalaman Sebagai Pimpinan di Jatim 

 

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus perampokan dan pembunuhan yang terjadi di rumah nomor 44 lingkungan Kampung Osing Jalan Wijaya Kusuma Jember mengejutkan warga Jember. Bahkan pasca kejadian, muncul pesan berantai yang menyebutkan jika pelaku yang juga bekerja di salah satu toko elektronik di Jember dan menjalani pekerjaan sampingan sebagai tenaga service elektro keliling oleh korban diminta untuk bertanggung jawab terhadap televisi milik korban yang rusak setelah diservice oleh pelaku.

Karena pelaku tidak mau, pelaku berniat keluar dan diteriaki Maling oleh korban, sehingga pelaku kembali masuk ke dalam rumah dan melakukan pembunuhan terhadap korban.

Selain Prita Hapsari yang menjadi korban tewas dan ibunya yang mengalami luka dari peristiwa ini, sejumlah tetangga korban yang membantu korban dengan melumpuhkan korban juga mengalami luka-luka saat duel dengan pelaku, mereka adalah Banaya Sangkala (35) mengalami luka di leher dan Juan Felik (20) mengalami luka di bagian paha sebelah kiri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
kasus perampokan perampokan perampokan siang bolong Kabupaten Jember Berita Jember Berita Jatim

Berita Lainnya