Kolaborasi Penulis Lokal dengan Mancanegara Ungkap Keajaiban Pandemi Covid-19 | Jember TIMES

Kolaborasi Penulis Lokal dengan Mancanegara Ungkap Keajaiban Pandemi Covid-19

Nov 15, 2021 18:44
Prita HW (tiga dari kiri) saat acara launching dan bedah buku dengan judul “Tak Apa-Apa Ada Pandemi, Allah Bersama Kita” (foto : istimewa / Jember TIMES)
Prita HW (tiga dari kiri) saat acara launching dan bedah buku dengan judul “Tak Apa-Apa Ada Pandemi, Allah Bersama Kita” (foto : istimewa / Jember TIMES)

JATIMTIMESKampoeng Batja, sebuah ikon perpustakaan komunitas kreatif yang berada di Jl. Nusa Indah VI / 7 Jember bersama The Jannah Institute (TJI) me-Launching dan bedah buku berjudul “Tak Apa-Apa Ada Pandemi, Allah Bersama Kita”. Buku ini diterbitkan oleh Penerbit Pustaka Rumah Cinta, Magelang.

Launching dan bedah buku yang digelar secara daring (dalam jaringan) dan luring (luar jaringan) ini juga mempertemukan penulis lokal Jember dengan penulis lintas daerah maupun mancanegara.

Baca Juga : Pemerintah Prioritaskan Bangun Indonesia dengan Perkuat SDM di Era Digital Secara Merata

Prita Hendriana Wijayanti selaku owner dari The Jannah Institute yang juga terlibat dalam penulisan buku berjudul “Tak Apa-Apa ada Pendemi, Allah Bersama Kita” mengatakan, bahwa buku tersebut berisikan sisi pandemi covid-19 dari sisi yang berbeda.

“Tema buku ini sendiri diambil dengan mencoba memotret sisi pandemi yang berbeda, bukan tentang bagaimana menghadapi pandemi dari sisi kesehatan, atau pengalaman penyintas covid-19, atau kisah sedih dan pilu semata, tapi lebih kepada keajaiban yang terjadi yang tak pernah disadari sebelumnya,” ujar Prita.

Prita mencontohkan dalam buku tersebut mengisahkan bagaimana orang yang tetap bertahan di tengah krisis bisnis keluarga dan terancam gulung tikar, praktik bidan yang mendapatkan nyinyiran kalau harus tetap buka. Seorang suami di-PHK hingga istri terbesit keinginan untuk menjadi tulang punggung keluarga. Seorang justru resign karena memilih keberkahan dengan berbisnis gorengan, atau justru rejeki yang mengalir melebihi sebelum pandemi, sampai kisah capaian yang tak pernah terduga dalam mengembangkan diri, long distance married karena pandemi, hingga perceraian. 

“Jadi kisah-kisah seperti itulah yang kami tulis bersama teman-teman lainnya dalam buku tersebut, dan semua itu diambilkan dari kisah nyata, karena selama pandemi tidak ada seorangpun yang tahu akan berakhir seperti apa situasi seperti saat ini,” bebernya.

Belum lagi saat ini ada yang memprediksi jika Covid-19 gelombang tiga yang masih menghantui. “Setidaknya, satu pesan yang ingin diangkat dari tema buku ini adalah semuanya bisa dan baik-baik saja melewatinya bukan karena kemampuan sebagai manusia yang gigih berusaha semata, tapi karena ada Allah SWT yang memampukan,” jelas Prita.

Prita menjelaskan, bahwa terbitnya buku ini sendiri merupakan final project dari Online Writing Class (OWC) batch 3 yang digelar TJI sejak tahun 2020 dan juga praktik hasil belajar menulis story telling yang diajarkan olehnya di kelas, sekaligus sebagai ruang untuk memberikan apresiasi dan rasa percaya diri untuk penulis pemula yang bermimpi menerbitkan buku.  

Selain dirinya sendiri ikut menulis dalam buku tersebut, peserta belajar di OWC batch 3 seperti Diah Mumpuni, Daniapus, Lia Salsabila, Lia Indah, Nurul Fitri Hidayati, Sugianto, dan Fajriyah Diah yang semuanya berasal dari Jember, juga terlibat dalam penulisan buku tersebut.

Baca Juga : Operasi Zebra Semeru di Kabupaten Malang Mulai Digelar, Masyarakat Diminta Tertib Lalu Lintas

Sedangkan penulis dari luar Jember yang terlibat diantaranya Ines Yuanta (Malang), Muna Abdullatif (Bandung), Amalia Sekar (Gresik), Arsita L. Rahandayani (Jakarta), serta Suci Wullandary (Malaysia), Ari Nurul YL (Singapura), dan Ianah Mz (Korea Selatan).

“Saya sendiri ikut kelas ini karena tahu postingan teman saya yang domisili di Jepang dan sudah jadi alumni salah satu kelas TJI. Luar biasa ya era digital ini, nggak tahunya malah ada kelas menulis dari Mbak Prita di Jember, terbukti pandemi memang bisa melintasi jarak ruang dan waktu yang pernah ada,” ujar Ari Nurul YL salah satu penulis yang berdomisili di Singapura.

The Jannah Institute (TJI) ini sudah berdiri sejak 5 tahun terakhir dan aktif menjadi learning center di ranah literasi keluarga melalui kelas-kelas offline maupun online yang diadakannya. Peserta belajarnya terdiri dari banyak kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, mahasiswa, fresh graduate, para ibu, dan juga komunitas maupun lembaga. 

“Dulu, awalnya hanya ada kelas offline yaitu Public Speaking for Kids, for Youth, dan Moms. Juga Freelance Writing & Photography Workshop, dan Blogging Class. Karena berkah pandemi, kelas online justru bertumbuh. Saya nggak menyangka kalau pesertanya bisa lintas negara, meskipun masih warga Indonesia yang tinggal di sana.” Pungkas Prita yang juga founder The Jannah Institute.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Berita Jember prita hendriana wijayanti the jannah institute

Berita Lainnya