Dengan Konsep Physical Distancing, Cafe Camping Wujud Kebangkitan Ekonomi di Tengah Pandemi | Jember TIMES

Dengan Konsep Physical Distancing, Cafe Camping Wujud Kebangkitan Ekonomi di Tengah Pandemi

May 19, 2021 19:28
Tenda-tenda yang ada di Cafe Camping diatur sedemikian rupa, selain bisa menjadi skat, jaraknya juga sudah physcal distancing (foto: Moh. Ali Makrus/ JatimTIMES)
Tenda-tenda yang ada di Cafe Camping diatur sedemikian rupa, selain bisa menjadi skat, jaraknya juga sudah physcal distancing (foto: Moh. Ali Makrus/ JatimTIMES)

JEMBERTIMES - Di saat banyak usaha gulung tikar 'dihantam' pandemi Covid-19, terutama di sektor wisata dan kuliner, Cafe Camping yang ada di Dira Balung Kecamatan Balung Jember justru memberikan jawaban dan konsep bagaimana mewujudkan kebangkitan ekonomi di era seperti pandemi Covid 19 seperti saat ini. 

Dengan menggunakan konsep ala camping di alam terbuka, selain suasana yang nyaman dan berbeda dengan cafe pada umumnya, jarak antara tenda yang satu dengan tenda lainnya juga cukup respresentatif, sehingga physical distancing di cafe ini tidak diragukan lagi. 

Baca Juga : Renstra 2018-2023 Alami Penyesuaian, Ini Sederet Program Prioritas Kota Malang

Terlebih 1 tenda yang cukup luas dengan ukuran 3 X 2 meter hanya digunakan untuk 1 pemesan yang bisa diisi oleh 4 sampai 5 orang, sehingga pengunjung yang akan menikmati wisata kuliner di Cafe Camping ini bisa dikatakan Auto Physical Distancing.

“Kami sengaja membuat konsep cafe ala gunung dengan mendirikan tenda-tenda bagi pengunjungnya, di mana satu tenda diisi oleh satu pemesan dengan maksimal 5 orang. Di cafe kami ini, penerapan physical distancing sudah pasti berlaku, sebab ada jarak yang cukup antara tenda satu dengan tenda lainnya yang juga diberi sekat,” ujar H. Ponimin Tohari Owner Dira Group kepada wartawan Rabu (19/5/2021).

Selain menyajikan tenda-tenda untuk reservasi penikmat kuliner di Cafe Camping, saat pengunjung masuk ke dalam lokasi cafe, suasana flash back pada masa lampau seperti suasana tahun 80 an akan begitu terasa.

Sebab tidak jauh dari pintu masuk, tepatnya di sisi kanan, akan terpampang layar lebar laksana layar tancap atau istilah tempo dulu adalah Misbar (gerimis bubar), yang memutar beberapa lagu-lagu tembang kenangan maupun request (pesanan) dari pengunjung.

Tidak hanya itu, saat ingin menikmati menu kuliner di Cafe Camping, pengunjung akan diberi pilihan menu yang sudah jadi maupun sistem paket. Di mana dengan sistem paket pengunjung bisa memasak sendiri dengan menggunakan alat bakar yang sudah disiapkan oleh Cafe Camping.

Baca Juga : UTJ Hanya Rp 5 Juta, Apartemen The Kalindra Beri Bonus Kitchen Set

“Jadi konsep Cafe Camping ini memberikan pilihan sajian menu kepada pengunjung, selain mereka bisa pesan makanan yang sudah matang, mereka juga bisa memesan makanan terutama dari lauknya yang bisa dimasak sendiri oleh pengunjung dengan cara dibakar, jadi konsepnya benar-benar kita buat agar pengunjung merasakan kalau mereka seperti sedang camping di pegunungan atau hutan,” beber Ponimin.

Tomy salah satu pengunjung Cafe Camping, saat ditemui media ini mengatakan, bahwa konsep Cafe Camping yang disajikan oleh Dira Balung sangat mengobati kerinduannya akan Hiking (berpetualang) di pegunungan, selain suasana yang nyaman, juga di alam terbuka membuat sirkulasi udara serasa nyaman.

“Konsep ini bagus, karena lama kami tidak melakukan hiking ke pegunungan, jadi dengan adanya cafe seperti ini, rasa kangen ke gunung bisa terobati, apalagi dengan berbagai menu dan harga yang terjangkau, saya rasa tidak rugi menikmati kuliner di sini, saran saya kepada pengunjung yang ingin ke sini, lebih baik malam hari, sehingga bisa merasakan suasana alam pegunungan,” pungkas Tomy yang datang bersama dengan keluarganya. (*)

Topik
kuliner jember cafe camping cafe jember

Berita Lainnya