Motor Konsumen Ditarik di Jalan, LSM Mayapadas Laporkan PT BFI ke OJK | Jember TIMES

Motor Konsumen Ditarik di Jalan, LSM Mayapadas Laporkan PT BFI ke OJK

Apr 07, 2021 20:03
Kantor PT BFI Finance Indonesia cabang Jember di Jalan Diponegoro (foto: Moh. Ali Makrus/ Jatim TIMES)
Kantor PT BFI Finance Indonesia cabang Jember di Jalan Diponegoro (foto: Moh. Ali Makrus/ Jatim TIMES)

JEMBERTIMES - Di masa pandemi covid-19, banyak lembaga perbankan maupun pembiayaan (Leasing) yang memberikan keringanan pembayaran angsuran (restrukturisasi) kepada debiturnya, namun hal ini ternyata tidak mengurangi aksi penjabelan (penarikan paksa) kendaraan bermotor oleh kawanan debtcolector di wilayah Kabupaten Jember.

Hal ini yang dialami oleh suami dari Muhlizeh warga Gambiran Kecamatan Kalisat Jember, ia yang seorang PNS di lingkungan Pemkab Jember mengajukan pinjaman ke PT. BFI Finance Indonesia sebesar Rp 6 juta, selama tahun 2020, dirinya masih rutin membayar angsuran sampai 8 kali.

Baca Juga : Perkuat Imun Saat Pandemi, IHLC Sarankan Penerapan Gaya Hidup Sesuai Al-Quran dan Hadits

Namun saat APBD Jember masih berproses, ia terpaksa tidak bisa membayar angsuran tersebut selama 3 bulan, sehingga atas keterlambatan membayar angsuran ini, sepeda motor miliknya disita dan diambil paksa oleh kawanan debtcolector.

“Kami melihat, adanya dugaan kejahatan keuangan serta pengambilan barang yang tidak manusiawi, karena dilakukan di tengah jalan, padahal BPKB dari kendaraan tersebut sudah dijaminkan ke BFI, sedangkan konsumen sendiri memang sudah tiga bulan ini belum gajian, seharusnya pihak leasing memberi keringanan dan pengertian kepada debitur,” ujar Sahrawi ketua LSM Mayapadas Jember Rabu (7/4/2021).

Sahrawi juga mengatakan, bahwa debitur sudah menjaminkan surat berharga berupa BPKB, tidak seharusnya sepeda motor diambil paksa atau disita. “Bukankah yang dibenarkan dalam undang-undang atau aturan yang ada, juru sita hanya boleh dilakukan oleh Pengadilan Negeri?,” sesal Sahrawi.

Atas aksi ini, pihaknya melaporkan PT. BFI Finance Indonesia cabang Jember ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kabupaten Jember. “Ini kami sudah berangkat ke OJK untuk melaporkan kasus ini, selain itu kami juga sudah berkirim surat ke YLKI dan Komisi A DPRD Jember,” ujar Sahrawi.

Sementara pihak PT. BFI Finance Indonesia yang kantornya ada di Jalan Diponegoro Jember, saat dikonfirmasi jatimtimes di kantornya, tidak ada yang memberikan jawaban, salah satu pegawai mengarahkan jatim times untuk menghubungi bagian kolection.

Baca Juga : Bayar SPPT-PBB di Kota Malang Bisa Lewat Indomaret, Kejutan Menarik Menanti!

“Hubungi pak Hadi saja mas, dia kepala kolektionya, nama lengkapnya pak Hadi Kurniawan, ini nomot hpnya, orangnya sekarang masih di lapangan,” ujar petugas.

Namun saat media ini menghubungi nomor yang berikan oleh petugas tersebut, baik melalui sambungan telepon maupun pesan whatsapp, tidak ada respon dari yang bersangkutan. (*)

Topik
penjabelan motor penyitaan motor BFI Finance OJK Jember

Berita Lainnya