Foto : istimewa
Foto : istimewa

Keberadaan tiga kandang ayam yang diduga tidak memiliki izin pendirian di Desa Glundengan, berbuntut panjang.

Akibatnya, puluhan warga dari dua rukun tetangga (RT) 37 dan 47 di Dusun Sumberejo, pada Senin (26/10/2020) mendatangi balai desa Glundengan menuntut penutupan kandang ayam milik Abu Siran, Hasan, dan Hen.

Baca Juga : Selama 14 Hari, Polres Pamekasan Akan Gelar Operasi Zebra Semeru 2020

Agus salah satu warga menyebutkan, kandang ayam tersebut membuat resah warga karena berada di pemukiman padat penduduk dan menimbulkan limbah terutama polusi udara dengan bau yang menyengat.

Keseriusan penolakan warga, kata Agus, ditunjukkan dengan mengirimkan surat penolakan disertai tandatangan sejumlah warga kepada Kades Glundengan, Camat Wuluhan, dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jember. 

"Beberapa hari sebelumnya kami telah berkirim surat terkait penolakan ini kepada pihak-pihak terkait," tuturnya.

Keresahan warga mendapat atensi dari Kades Glundengan. Mediasi digelar Pemerintah Desa dan disaksikan oleh Muspika Kecamatan Wuluhan. Dalam mediasi tersebut, warga tetap pada pendiriannya meminta kandang ayam ditutup.

"Kami bersama puluhan warga lainnya satu suara menuntut penutupan tiga kandang ayam tersebut. Selain berada di kawasan pemukiman, kandang itu juga menimbulkan bau menyengat," tegas Agus.

Sementara itu, dari keterangan Kades Glundengan Heru Heriyanto, kandang ayam tersebut diketahui memang tidak memiliki izin karena masih dalam skala usaha rumah tangga.

"Terkait perizinan karena ini skala rumah tangga kayanya enggak izin mereka. Karena yang mereka rawat ayam itu sekitar 1.000 enggak sampai 5.000 yang harus memilikinya izin resmi," jelasnya.

Baca Juga : Pemohon Bantuan UKM Reaktif Covid-19, Kantor DKUPP Kota Probolinggo Lockdown

Heri mengaku kaget, karena baru-baru ini warga menuntut penutupan kandang padahal usaha ternak tersebut telah berdiri selama empat tahun.

"Jadi empat tahun mereka ternak ayam dan tidak ada komplain. Cuma hari ini sudah ada komplain entah itu akibat limbah yang ditimbulkan atau yang bagaimana," ujarnya.

Menindaklanjuti tuntutan warga, lanjut Heri, Pemerintah Desa bersama Muspika akan meninjau lokasi kandang ayam dan segera melakukan evaluasi.