Wisata Bondowoso Kawah Ijen (Foto: Istimewa)
Wisata Bondowoso Kawah Ijen (Foto: Istimewa)

Api biru di kawah Gunung Ijen menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Bondowoso. Sayangnya, selama pandemi Covid-19 ini jumlah pengunjung mengalami penurunan drastis. 

Meski kini telah dibuka dengan penerapan protokol kesehatan sejak Juli lalu, tingkat kedatangan wisatawan masih belum pulih. Perusahaan Umum (Perum) Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (DAMRI) turut ambil andil dalam pemilihan ekonomi pada sektor pariwisata Bondowoso. 

Baca Juga : Pasangan Mahasiswa UB Terpilih Jadi Kangmas Nimas 2020 Kota Batu

Upaya yang dilakukan dengan menyediakan layanan angkutan wisata Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) jurusan Jember-Bondowoso-Ijen. Proyek itu dikerjakan bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.

Kepala Seksi Angkutan Orang dan Barang, pada Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso, Bayu Aji Prabowo mengatakan, jasa transportasi wisata sudah mulai beroperasi mulai Senin kemarin. 

Dengan demikian, para wisatawan dan masyarakat Bondowoso tak perlu membawa kendaraan pribadi jika akan mengunjungi berbagai destinasi wisata di kawasan Ijen.

Inovasi ini merupakan upaya DAMRI dalam mengakomodasi kebutuhan transportasi darat, dan pemulihan ekonomi pada sektor wisata.

"Namun untuk launchingnya masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak DAMRI," paparnya, Rabu (23/10/2020).

Sementara untuk operasional dan pengelolaan moda transportasi menjadi wewenang Perum DAMRI. Namun, pihaknya diminta untuk berperan serta dalam mendukung layanan ini dengan membangun sarana-prasarana.

"Rencananya, DLHP Bondowoso akan membangun shelter di enam titik. Yakni Museum Kereta Api Bondowoso, Simpang Gardu Atak, Simpang Sumber Gading, Teras Kopi BRI Kluncing, Area Parkir Sempol dan Paltuding.

Baca Juga : P-APBD 2020, Target PAD Wisata Kabupaten Blitar Kembali Dinaikkan

Menurutnya, pemberhentian ditempatkan di titik tersebut guna menyangga tempat-tempat wisata di sekitarnya. "Dalam pembangunan shelter kami bekerjasama dengan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso," terangnya.

Menurutnya, apabila shelter tersebut telah terbangun, pihaknya bakal menyiapkan angkutan pengumpan berupa ojek wisata. Nantinya, angkutan berbasis masyarakat itu akan dikelola kelompok sadar wisata desa setempat.

Nantinya kata dia, juga ada shelter terpadu di Museum Kereta Api dan Paltuding. Di sana akan ada papan promosi wisata, jadwal keberangkatan, dan produk UMKM binaan Diskoperindag.

"Dengan begitu roda perekonomian masyarakat bisa kembali bergerak dan meningkat. Pembangunan shelter untuk transportasi wisata, rencananya dilakukan pada 2021. Pembangunan ini juga sebagai penunjang Ijen Geopark," terangnya.