Wakil Direktur RSUD dr. Koesnadi Bondowoso Tasrip (Foto: Istimewa)
Wakil Direktur RSUD dr. Koesnadi Bondowoso Tasrip (Foto: Istimewa)

Pembangunan masjid di RSUD dr. Koesnadi menuai tanggapan dari anggota dewan. Pasalnya, pembangunan itu diduga melanggar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Di sisi lain, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) nya juga diduga belum ada.

Menanggapi hal ini, Tasrip, Wakil Direktur RSUD dr. Koesnadi, pada awak media, memperkirakan izinnya telah terbit Rabu (21/10/2020) sebagaimana telah diurusi oleh panitia pembangunan.

Baca Juga : Rakor dengan PT. JGU, untuk Percepat Stockphile Terpadu di Lumajang

"Katanya hari ini (Rabu, 21/10/2020, red) sudah terbit. Katanya loh ya, informasi dari yang mengurusi itu. Yang mengurusi panitia," jelasnya.

Tasrip melanjutkan, untuk pengurusan IMB syaratnya telah dipenuhi semua. Perkembangan terakhir hanya meminta KTP dari Plt. Direktur.

"Tapi kalau melebar lagi, tidak tahu saya. Kalau melebar lagi, mungkin hari ini tidak terbit, saya akan siapkan. Emang dari Rumah Sakit nanti dari manajemen turun, kami anggarkan nanti," jelasnya.

Pembangunan yang murni swadaya dari karyawan Rumah Sakit itu, kata Tasrip, sebenarnya telah meminta izin ke Bupati Salwa Arifin melalui Sekretaris Daerah nonaktif Syaifullah. Di sisi lain, pihaknya sendiri juga telah berkonsultasi pada MUI, dan mengukur arah kiblat pun telah dilakukan oleh Kemenag.

Ia memperkirakan pembangunan yang dilakukan di atas tanah milik negara itu dilakukan inisiatif dari panitia pembangunan. Yang menilai bahwa dana yang terkumpul  hingga pertengahan tahun  belum juga dimanfaatkan.

"Tidak ada action, mungkin begitu ya dari panitia malah berinisiatif untuk dimulai saja. Karena, pengukuran kiblat dari Kemenag sudah, berkonsultasi ke MUI sudah, dan ijin ke Bupati sudah melalui Sekda ya, waktu itu Pak Syaifullah," terangnya.

Baca Juga : Pemkab Blitar Alokasikan Rp 800 Juta Untuk Rest Area Sirah Kencong

Tasrip menerangkan, manakala memang terdapat kendala maka pihaknya pun akan sesuaikan.

"Kalau memang nantinya ini mengalami kendala seperti yang sekarang ini, kita akan sesuaikan," pungkasnya.