Salah satu patung di situs Pekauman Kecamatan Grujugan (Foto: Abror Rosi/JatimTimes)
Salah satu patung di situs Pekauman Kecamatan Grujugan (Foto: Abror Rosi/JatimTimes)

Banyaknya situs megalitikum yang tersebar di 18 Kecamatan Kabupaten Bondowoso, menjadi penunjang penting terbentuknya Ijen Geopark. 

Sejauh ini, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpo) Bondowoso telah menambahkan 17 situs megalitikum ke daftar geodiversity yang merupakan salah-satu unsur Geopark.

Baca Juga : Pemkab Jember Gagas Konektivitas Transportasi Wisata Antarkabupaten

Koordinator Pengelola Harian Ijen Geopark Ahmad Sofyan mengungkapkan, berdasarkan penilaian tim evaluator UNESCO, nilai Ijen Geopark terus merangkak hingga 800 poin lebih. Dimana 100 poin-nya disumbang oleh penilaian dari unsur geodiversity.

"Nilai ini hanya sebagai acuan dari tim evaluator, sebelum nanti dinilai secara langsung," terangnya di Kantor Disparpora,  Jumat (9/10/2020).

Selain menyumbang poin, megalitikum juga mengangkat wisata Ijen Geopark menjadi taraf internasional. Sebab, sebelum megalitikum belum diusulkan, taraf Ijen Geopark masih lingkup nasional saja.

"Dengan diusulkan megalitikum ini menjadi internasional. Sebelumnya hanya nasional," ungkapnya.

Meski tidak dapat dijadikan tolak ukur pasti, namun dengan dikantonginya nilai 800 poin dari tim evakuasi, pihaknya optimistis usulan Ijen Geopark bakal diterima.

Baca Juga : Peringati Hari Batik Nasional, Wali Kota Kediri Kunjungi Pengrajin Batik Dermo

Saat ini proses pengajuan tersebut masih dalam tahap penyusunan proposal ke UNESCO. Dijadwalkan pada Mei 2021 UNESCO bakal melakukan penilaian secara langsung terhadap usulan yang dilakukan.

"Sekarang masih melengkapi proposal. Bulan Mei 2021 akan dilakukan penilaian langsung," pungkasnya.