Sutarji (Foto: Bramastyo Dhieka Anugerah / Jatim Times) Jatim Tim
Sutarji (Foto: Bramastyo Dhieka Anugerah / Jatim Times) Jatim Tim

Anak milenial biasanya sedikit kesulitan apabila ditanya, kapan terakhir naik becak. Perkembangan transportasi online lebih menjadi pilihan karena lebih banyak memberikan kemudahan. Ini yang buat transportasi becak, kian kehilangan penggunanya.

Di Lumajang ada seorang pria bernama Sutarji. Usianya kini sudah 84 tahun. Dalam usianya tersebut, Suraji menghabiskan waktu lebih dari 50 tahun menggeluti profesinya menjadi pengayuh becak.

Baca Juga : Kisah Imam Basuki Staf Kantor DPRD Banyuwangi yang Sembuh dari Covid-19

"Saya sudah mengayuh becak sejak jaman Bupati N.G Subowo. Kurang lebih sejak tahun 60-an. Dan sampai sekarang saya masih tetap mbecak walaupun penumpangnya sudah mulai berkurang," kata Sutraji, ketika ditemui Jatimtimes.

Sutarji mengakui, selama masa pandemi Covid-19 ini penghasilannya turun drastis. Terlebih persaingan dengan angkutan modern yang berbasis online, posisinya sebagai pengayuh becak semakin terpinggirkan.

“Sekarang penumpang sudah tidak ada. Dulu saya narik becak dapatnya sampai Rp 60 ribu. Saya dikasih orang baik untuk makan sehari-hari,” ujarnya.

Usia Sutarji yang sekarang sudah 84 tahun, dianggap senior oleh para pengayuh becak yang lain. Karena memang Sutraji yang tetap bertahan sebagai pengayuh becak, walau banyak temannya yang sudah beralih pofesi, karena sepinya penumpang.