Bupati Jember dr. Faida MMR saat menandatangani MoU dengan Pupuk Kaltim dan Bank BNI (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)
Bupati Jember dr. Faida MMR saat menandatangani MoU dengan Pupuk Kaltim dan Bank BNI (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)

Untuk mengatasi kelangkaan pupuk yang ada di Jember, Pemkab Jember bersama dengan Pupuk Kaltim dan Bank BNI melakukan MoU (Memorandum of Understanding) dalam pengadaan pupuk Non Subsidi, Selasa (22/9/2020). MoU tersebut dilakukan sambil menunggu realisasi pengajuan pupuk bersubsidi ke Pemprov Jatim. 

"Kelangkaan pupuk tidak hanya terjadi di Kabupaten Jember, apalagi kuota pupuk bersubsidi di Jember pada tahun ini mengalami pengurangan lebh dari 50 persen dari kuota tahun sebelumnya, dan saat ini stok pupuk di Jember sudah habis, oleh karenanya Pemkab harus hadir dengan menyediakan pupuk non subsidi bagi petani," ujar Bupati Jember dr. Faida MMR.

Baca Juga : Bupati Rijanto Dorong Blitar Selatan Jadi Sentra Penghasil Buah Melon

Bupati menjelaskan, dari verifikasi dan validasi yang dilakukan Pemkab Jember saat ini, terdapat 28.763 petani yang tergabung dalam 1713 kelompok tani, di mana dari 31 kecamatan yang ada di Jember dibagi menjadi 10 BPP (Balai Penyuluh Pertanian).

"Masing-masing petani akan mendapatkan jatah 50 kg pupuk non subsidi secara gratis sesuai dengan data yang sudah masuk verval. Untuk mendapatkan pupuk ini, Petani bisa mendapatkan melalui kios pupuk yang sudah ditunjuk, dengan menggunakan kartu Saprodi (Sarana Produksi Petani) yang dikeluarkan oleh BNI. Saat ini nama-nama petani sudah didata di Bank BNI" ujar Faida.

Faida juga menyampaikan, bahwa petani yang mendapat bantuan pupuk nonsubsidi secara gratis adalah mereka yang memiliki lahan tidak lebih dari 0,4 hektar, bukan dari perangkat desa, ASN, Polri maupun TNI. "Jadi pupuk ini benar-benar untuk petani, dan untuk pengadaan pupuk non subsidi ini, Pemkab menganggarkan Rp 7 miliar lebih," jelasnya.

Sementara Abdul Fasikh salah satu petani asal Kelurahan Kranjingan yang hadir pada MoU tersebut mengatakan, bahwa prosedur untuk mendapatkan pupuk nonsubsidi secara gratis sudah sangat membantu dan memudahkan petani, namun pihaknya meminta agar Pemkab menyiapkan pendamping bagi petani yang sudah usia lanjut dalam menggunakan kartu Saprodi.

Baca Juga : Netralitas ASN di Pilkada, Sekda Kabupaten Malang: Secepatnya Kita Lakukan Koordinasi dengan Inspektorat dan Bawaslu

"Pengunaan kartu Saprodi ini sangat mudah, seperti kita menggunakan ATM, namun bagi petani yang sudah berusia lanjut, mungkin masih kesulitan, oleh karenanya kami berharap ada pendampingan dari Pemkab Jember," ujar Fasikh. (*)