Asam Jawa. (Foto: alodokter.com)
Asam Jawa. (Foto: alodokter.com)

Siapa yang tak ingin memiliki gigi rapi dan putih cemerlang? Gigi putih bersih memang menjadi impian hampir semua orang. Pemutihan gigi atau bleaching yang sebelumnya menjadi tren para selebritas kini sudah mulai dilakukan oleh masyarakat yang memperhatikan detail penampilan.

Sayangnya, adakalanya bahan pemutih gigi memberikan efek meningkatnya porositas atau penurunan kekuatan gigi sehingga menurunkan kekerasan enamel. 

Baca Juga : Sebelum Harga Naik, Dapatkan Rumah 2 Lantai di Taman Tirta Malang Rp 400 Juta Saja

Permasalahan ini menggelitik tiga mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), Ririn Lutvita Sari (Fakultas Kedokteran Gigi), Afina Muti’ah Tuhepaly (Fakultas Kedokteran Gigi), dan Kharisma Ghanyysyafira (Fakultas Teknik), untuk mencari solusinya. Hingga akhirnya ketiganya menemukan cara memutihkan gigi secara alami dengan memaksimalkan potensi asam Jawa sebagai bahan pemutih gigi. Mereka membuat gel dari asam Jawa.

Ririn menjelaskan, bahan alami yang mempunyai kemampuan untuk mengubah warna gigi atau menghilangkan noda gigi adalah asam malat (malic acid). Nah, salah satu buah yang mengandung asam malat adalah buah asam Jawa (Tamarindus Indica L.).

Ririn kemudian mengubah asam Jawa menjadi gel untuk menjadi produk pemutih gigi. Gel itu bisa diaplikasikan ke gigi selama kurang lebih 10-20 menit dan dilakukan 2-3 kali dalam satu hari.

"Produk pemutih gigi berbentuk gel dari asam Jawa lebih efektif dan aman karena memiliki ukuran nanopartikel dan menggunakan bahan-bahan alami," terangnya.

Sedangkan asam malat sendiri memiliki berat molekul sangat rendah sehingga mampu berdifusi ke dalam email dan dentin serta dapat mengoksidasi permukaan email gigi dengan cara melepaskan oksigen yang bebas pada ikatan rangkap dari senyawa organik dan anorganik dalam gigi.

"Dalam proses bekerjanya, akan terjadi proses oksidasi melibatkan oksigen dan hilangnya hidrogen. Pada proses oksidasi terjadi pemecahan rantai zat chromofor pada gigi yang sebelumnya berikatan pada pelikal, sehingga menyebabkan warna gigi menjadi lebih gelap dan terjadi reaksi reduksi yang membuat warna gigi menjadi lebih terang," paparnya.

Baca Juga : Wajah Glowing, Makin Cantik dengan Masker Lidah Buaya, Begini Cara Membuatnya

Dosen pembimbing Feni Istikharoh menjelaskan, hampir 90% material kedokteran gigi merupakan produk impor sehingga tidak heran jika material kedokteran gigi saat ini relatif mahal.

"Kita tahu bahwa sumber daya alam di Indonesia sangatlah melimpah. Salah satunya adalah asam Jawa. Asam Jawa memiliki kandungan asam malat dan asam oksalat yang cukup tinggi. Adanya penelitian mengenai asam Jawa yang nantinya dikembangkan menjadi produk nanogel dapat berpotensi untuk digunakan sebagai produk material pemutih gigi yang aman serta memiliki kemampuan untuk memutihkan gigi yang tidak kalah dengan produk luar negeri," kata dia.

Feni berharap melalui produk tersebut, dokter gigi tidak perlu mengimpor material pemutih gigi dari luar negeri lagi. "Jika kita dapat mengolah sumber daya alam kita yang begitu melimpah, ke depan harapannya kita dapat mengurangi ketergantungan untuk mengimport material kedokteran gigi," pungkasnya.