Portal Permanen yang terpasang di Jalan Merak, yang menghubungkan Desa Jubung dan Desa Dukuhmencek (foto : istimewa/ JatimTIMES)
Portal Permanen yang terpasang di Jalan Merak, yang menghubungkan Desa Jubung dan Desa Dukuhmencek (foto : istimewa/ JatimTIMES)

Jalan desa yang menghubungkan Desa Jubung dengan Desa Dukuh Mencek Kecamatan Sukorambi Jember diportal secara permanen, akibatnya beberapa kendaraan terutama kendaraan besar tidak bisa melintas di jalan desa tersebut.

Sedangkan di desa tersebut saat ini sedang ada proyek pembangunan pusat penelitian milik Universitas Negeri Jember (Unej) yang dikerjakan oleh CV. Nurani Jaya.

Baca Juga : Serius Tumpas Botoh di Pilkada, Polres Malang akan Terjunkan Tim Khusus

Atas pemasangan portal tersebut, Kades Jubung Bhisma Perdana oleh CV. Nurani Jaya melalui kuasa hukumnya M. Husni Thamrin SH. MH diadukan ke Mapolres Jember, karena dinilai menghambat program pembangunan pendidikan milik Unej.

“Kami mengadukan kades Jubung ke Mapolres Jember, karena sudah merintangi jalan umum yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan, tidak hanya itu, pemasangan portal secara permanen dan melakukan kegiatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan bisa diancam UU no. 38 tentang jalan dan pasal 92 KUHP, dan penutupan jalan ini sudah melawan hukum, karena yang berhak adalah Dinas Perhungan dan Polisi,” ujar M. Husni Thamrin.

Thamrin menjelaskan, pihaknya terpaksa melaporkan hal ini, dikarenakan jalan tersebut merupakan jalan satu-satunya akses menuju lokasi proyek penelitian milik kliennya, apalagi saat ini kliennya sudah seharusnya memasang Yudith (Saluran air dari beton) di lokasi proyek.

“Akibat pemasangan portal ini, klien kami sudah dirugikan, sebelumnya disekitar proyek klien kami juga banyak bangunan yang menggunakan kendaraan besar, lah sekarang kok dipasangi portal permanen,” beber Thamrin.

Baca Juga : Simpan Sabu di Bungkus Rokok, Pria Asal Singosari Jalani Rapid Test Sebelum Ditahan Polisi

Selain itu, Thamrin juga mempersoalkan besi portal yang digunakan di desa tersebut, dimana besi yang dipasang menggunakan tiang telpon yang jelas-jelas milik aset PT Telkom. “Besi yang digunakan untuk portal juga perlu dipertanyakan, karena itu milik aset telkom yang tidak diperjualbelikan, selain itu, kami juga menyayangkan adanya pihak-pihak tertentu yang melobi klien kami agar menyiapkan sejumlah uang kalau ingin portal tersebut dibuka,” jelasnya.

Sementara Kades Jubung Bhisma Perdana, saat dikonfirmasi media ini mengatakan, bahwa penutupan portal tersebut untuk menyesuaikan kelas jalan yang tidak diperuntukkan untuk kendaraan besar. ”Kami tidak menutup, hanya memasang portal untuk menyesuaikan kendaraan dengan kelas jalan, untuk kendaraan material roda 6 masih bisa masuk kok,” pungkas Bhisma. (*)