Warga sedang tahlilan di makam Anis. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Warga sedang tahlilan di makam Anis. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Polisi menghentikan penyelidikan pencurian kain kafan milik jenazah Anis Purwaningsih, yang dicuri orang tak dikenal dengan cara menggali makamnya. Penyelidikan dihentikan karena permintaan dari keluarga.

Kapolsek Ngoro AKP Yanuar Tri Sanjaya mengatakan, keluarga Anis sudah mengikhlaskan atas peristiwa yang menimpa istri dari Mohammad Khotib (30), warga Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang.

 

Baca Juga : Diduga karena Masalah Keluarga, Warga Kalipare Lakukan Percobaan Aksi Bunuh Diri

"Untuk permasalahan ini, dari pihak keluarga sudah tidak menuntut pada siapapun," ujarnya kepada JatimTIMES, Selasa (22/9).

 

Karena itu, lanjut Yanuar, polisi terpaksa menghentikan penyelidikan pencurian kain kafan milik jenazah Anis yang meninggal pada Sabtu (19/9) kemarin. Keluarga Anis, berharap kasus ini tidak lagi dilanjutkan ke proses hukum.

 

"Ya intinya dari keluarga tidak ingin meneruskan kasus ini. Mereka tidak menuntut ke siapa-siapa," terangnya.

 

Kain kafan yang diyakini milik jenazah Anis ditemukan oleh warga di sebuah lahan kosong di Jalan Raya Gajah, Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro. Kain kafan itu ditemukan oleh Lilik Kustiyah (49), di lahan kosong samping rumahnya, Minggu (21/9) pukul 10.00 WIB.

Kain kafan yang ditemukan, terbungkus tas warna biru dan dikemas lagi dengan kantong kresek warna hitam. Temuan kain kafan itu kemudian diamankan anggota Polsek Perak.

 

Baca Juga : Honda Brio Seruduk Truk di Tol Jomo, Sopir Meninggal dan Penumpang Luka Ringan

Dari pemeriksaan, polisi menemukan kain kafan berukuran 2x1 meter. Kain tersebut terdapat noda lumpur. Tak hanya itu, polisi juga menemukan sebuah patung bayi berukuran kecil, terbuat dari bahan kuningan.

 

Saat ini, kain kafan yang ditemukan warga sudah diambil oleh keluarga Anis untuk dimakamkan kembali. "Kain kafan sudah diambil keluarga. Mereka meminta kain kafan untuk segera dimakamkan," kata Yanuar.

 

Makam Anis dirusak orang tak dikenal pada Minggu (20/9). Perusakan makam ibu mudah itu pertama kali diketahui oleh warga setempat yang berziarah ke makam Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Jombang pada pukul 17.00 WIB.

 

Warga yang berziarah itu, menemukan makam Anis sudah tergali hingga jenazah terlihat. Warga yang menemukan langsung melapor ke penjaga makam dan meneruskan melapor ke pemerintah desa. Temuan itu juga dilaporkan ke pihak kepolisian setempat.

Ternyata, perusakan makam Anis tersebut ditemukan adanya pencurian kain kafan. Satu lembar kain kafan yang membungkus jenazah Anis hilang.(*)