Bupati Jember Faida
Bupati Jember Faida

Sejak pertama diluncurkan pada awal September, hampir setiap hari Bupati Jember dan wakilnya turun langsung menyerahkan Kartu Tani kepada puluhan ribu petani. Keterlibatan Faida dan Abdul Muqit Arief itu tidak lain adalah untuk menghindari adanya pungutan liar dalam penyerahan Kartu Tani.

Ajakan melawan pungli disampaikan Faida saat membagikan Kartu Tani di Kecamat Sukorambi. Menurutnya, petani tidak boleh dikibuli, petani harus berani melawan jika ada penarikan uang dalam pengurusan sampai penerimaan Kartu Tani.

Baca Juga : Bupati Faida Nyatakan Komitmennya Biayai Anak Yatim Piatu hingga Kuliah

"Kalau sampai ada pungli dalam pengurusan Kartu Tani, jangan takut, kita lawan bersama-sama. Tidak ada keberkahan kalau kita membiarkan korupsi pungli berjalan, petani harus berani," tegasnya.

Kartu Tani merupakan program pemerintah pusat yang digulirkan di Kabupaten Jember, dikhususkan kepada petani yang jumlahnya di atas 30 ribu orang untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.

Di sela-sela penyerahan Kartu Tani, Faida juga menyerahkan bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang bersumber dari program Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebesar 200 ribu per kepala. Untuk menjaga transparansi, Faida bahkan memasukkan uang tersebut ke dalam amplop tembus pandang yang bisa dilihat penerima.

"Saya serahkan uang kertas seratus ribuan sebanyak dua lembar dengan amplop plastik transparan agar penerima tahu bahwa bantuan JPS diserahkan secara tunai sebesar 200 ribu rupiah," ucapnya.

Penyerahan JPS dengan model semacam ini kata Faida, supaya meminimalisir kejadian seperti yang terjadi pada awal pertama pencairan. Saat itu, penerima bantuan menyatakan menerima kurang dari 200 ribu. Berangkat dari laporan tersebut, bupati akhirnya membuat mekanisme baru dalam penyerahan bantuan.

Baca Juga : Bupati Faida Ambil Sumpah dan Serahkan SK Kenaikan Pangkat 344 ASN

Di tempat terpisah, masih di Kecamatan Sukorambi Wakil Bupati Abdul Muqit Arief juga membagikan ratusan Kartu Tani. Dalam agenda itu Abdul Muqit berpesan agar memanfaatkan kartu tersebut sebaik-baiknya dan dalam kalender politik saat ini (Pilkada) masyarakat diminta tetap menjaga rasa persaudaraan meskipun berbeda pilihan.