Beberapa Satpam saat melaporkan RF di Mapolsek Kencong
Beberapa Satpam saat melaporkan RF di Mapolsek Kencong

Kasus pemerasan dan tindakan pelecehan serta pencabulan yang dilakukan oleh RF (40) warga Jember terhadap DSR (20) salah satu mahasiswi di Jember, dengan mengaku sebagai satpam salah satu tempat wisata, terus bergulir.

Puluhan satpam lokasi wisata tempat pelaku melakukan aksinya, Rabu (16/9/2020) mendatangi Mapolsek Kencong Jember. Mereka juga melaporkan RF atas pencemaran nama baik korpsnya yang dijadikan modus pelaku saat melakukan pemerasan dan pelecehan terhadap DSR.

Baca Juga : Senjata Makan Tuan, Petani Tewas Tersengat Jebakan Tikus Listrik Miliknya

 

Hal ini disampaikan oleh Freddy Swita selaku General Manager tempat wisata dan pusat perbelanjaan yang ada di wilayah Kencong saat ditemui media ini.

"Memang setelah saya mendengar ada kasus pemerasan di tempat usaha kami, pelaku mengaku sebagai satpam, tadi langsung kami kumpulkan seluruh karyawan. Setelah kami pastikan bahwa pelaku bukan karyawan atau satpam kami, puluhan satpam kami langsung melakukan tindakan pelaporan ke polisi, karena ini sudah menyangkut nama baik korps security di tempat usaha kami," ujar Freddy Swita.

Freddy juga meyakinkan, bahwa dari rekaman CCTV yang ada di area parkir, aksi pelaku juga terekam. Dari ciri-ciri yang ada dalam rekaman tersebut dipastikan bukan karyawannya.

"Bukti di rekaman CCTV juga memastikan, bahwa ciri-ciri pelaku bukan anggota satpam kami," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, RF  mendobrak sebuah mobil yang dibawa oleh DSR warga Desa Menampu Gumukmas ketika berada di parkiran salah satu tempat wisata yang ada di Kencong.

Baca Juga : Kakek di Blitar Ditemukan Tewas dengan Kepala Terbenam di Sungai

 

Kepada korban, RF menuduh DSR bersama kekasihnya sedang berbuat mesum. Karena korban tidak merasa melakukan hal yang dituduhkan, pelaku meminta korban untuk membuka bajunya dan merekam kemaluan korban. Tidak hanya itu, pelaku juga meminta sejumlah uang kepada korban dan mengancam akan memberitakan ke media massa jika tidak dituruti.

Atas kejadian tersebut, korban pada Rabu dinihari melaporkan kasus ini ke Mapolres Jember. (*)