Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Sihir, guna-guna, ataupun santet tentu bukan hal asing bagi masyarakat di Indonesia. Karena dalam catatan sejarah, ada beberapa peristiwa yang selalu dikaitkan dengan dunia gaib tersebut. Bahkan, dalam beberapa riwayat disebutkan jika Rasulullah SAW pernah terkena ilmu sihir.

Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian menyampaikan, dalam hadits riwayat Bukhari, disebutkan jika Rasulullah SAW pernah disihir seseorang bernama Lubabil bin Aqsam dari suku Ja'far, Yahudi yang tinggal di Madinah.

Baca Juga : Mengerikan, Begini Tipu Daya Iblis Hingga Membuat Ulama Terjerumus Berbuat Dosa

Disebutkan jika Lubabil bin Aqsam mengambil rambut dan sisir Rasulullah SAW serta menyihirnya. Pada saat Rasulullah SAW kena sihir, beliau tidak tahu dengan pasti apakah dalam waktu satu bulan beliau telah mendatangi istrinya atau belum.

Lalu Rasulullah SAW berdoa kepada Allah SWT dan bermimpi didatangi Malaikat. Dalam mimpi itu, Malaikat menjelaskan jika rambut dan potongan sisir beliau diambil Lubabil bin Aqsam dan ditaruh di sebuah sumur di suku Ja'far yang merupakan suku Yahudi di Madinah.

Keesokan harinya Rasulullah SAW memanggil Ali dan Zubair dan datang ke sumur tersebut. Lalu Rasulullah SAW mendapati rambut dan sisir beliau dililitkan pada sebuah batang kurma yang rusak. Kemudian Rasulullah SAW memusnahkannya. Lalu Rasulullah SAW pulang ke Aisyah dan menceritakan kejadian yang ada.

Singkat cerita, Rasulullah SAW diruqyah oleh Malaikat Jibril yang melantunkan doa, “Dengan nama Allah aku meruqyahmu, dari seluruh keburukan yang menimpamu dan Allah SWT menyembuhkanmu.”

Ustadz Khalid menjelaskan, dari kisah Rasulullah SAW tersebut, dapat dipastikan jika sihir memang ada. Namun keberadaan sihir amat sangat lemah di hadapan ayat-ayat Allah SWT. 

Dengan niat meruqyah, sihir pasti akan luntur dari tubuh manusia. Kapan waktu akan dibebaskan dari sihir, hanya Allah SWT yang tahu.

Baca Juga : Beruntunglah Orang yang Suka Traktir Teman, Rasulullah SAW Ternyata Anjurkan Ini

Karena mungkin saja seseorang diuji dengan kehadiran sihir. Sehingga dia disembuhkan dalam waktu yang cukup lama, bahkan sampai satu bulan seperti yang dialami Rasulullah SAW. Namun ada pula yang disembuhkan hanya dalam satu hari.

Namun yang pasti, Allah SWT menjanjikan jika sihir tidak akan pernah menang dalam kondisi apapun. Terutama dihadapan ayat-ayat Allah SWT. 

Sehingga, dalam kondisi yang memang dirasa terdapat sihir, maka berdoa dan membacakan ayat-ayat Allah SWT menjadi sangat penting.

"Sihir memang ada, dan itu harus menjadi bagian yang harus kita percaya," terang Ustadz Khalid.