Wakil Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Tulungagung, Galih Nusantoro  (Joko Pramono for Jatim TIMES)
Wakil Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Tulungagung, Galih Nusantoro (Joko Pramono for Jatim TIMES)

Selama seminggu terakhir, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Tulungagung mengalami peningkatan. Rata-rata peningkatan ini didominasi oleh pelaku perjalanan daerah transmisi (PPDT) atau pelaku perjalanan dari luar kota. Tercatat, ada penambahan kasus 2-4 orang per hari.

Wakil Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro menuturkan saat pers rilis Rabu (2/9/20) malam.

Baca Juga : Awal September, Jumlah Pasien Covid-19 yang Sembuh di Kabupaten Malang Tambah 18 Orang

 

“Lebih 80% penambahan dari PPDT, sisanya dari suspek yang selama ini menjalani perawatan, makanya kita imbau agar masyarakat taat dan patuhi aturan yang ditetapkan,” ucapnya.

Sedang sisanya, merupakan pasien yang mempunyai penyakit bawaan, yang sempat dirawat di fasilitas kesehatan.

Meski mengalami peningkatan, penularan Covid-19 di Tulungagung masih dianggap terkendali. Lantaran, jumlah penambahan pasien sebanding dengan tambahan pasien sembuh.

Dari data per Rabu (2/9/20), total ada 292 terkonfirmasi positif Covid-19, 271 sembuh, 3 orang meninggal dan 18 masih dirawat dan dikarantina.

Dari data itu persentase kesembuhan Covid-19 masih tinggi,  mencapai lebih dari 92 persen.  

“Total 292 orang, sembuh sebanyak 271 orang, 3 meninggal dunia, 18 masih menjalani perawatan dan karantina,” ujarnya.

Data terbaru yang disampaikan oleh GTPP Covid-19 Kabupaten Tulungagung, terdapat 4 terkonfirmasi baru di Kabupaten Tulungagung.

Baca Juga : Stok Darah di PMI Kabupaten Kediri Menipis

 

Galih menjelaskan, keempat orang tersebut adalah warga Kecamatan Boyolangu, Kedungwaru, Ngantru dan warga Kecamatan Pakel.

Berdasarkan data Gugus Tugas, 3 orang terkonfirmasi baru ini kini menjalani isolasi di rusunawa sedangkan 1 lainnya dirawat di RSUD dr Iskak Tulungagung.

“3 orang ini kontak dengan terkonfirmasi sebelumnya, sedangkan 1 kasus lainnya ini dari suspek yang dirawat dan menjalani swab di RSUD,” ungkapnya.

Selanjutnya Galih berharap, masyarakat tidak mengurangi ketaatan menjalankan protokol kesehatan (Prokes) untuk melindungi diri sendiri dan lingkungannya.